Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

IKRAR CINTA DAMAI DIDEKLARASIKAN

Senin, 21 Pebruari 2011 Umum
GEPENTA Gelar Silaturahmi Kebangsaan
IKRAR CINTA DAMAI  DIDEKLARASIKAN


TEMANGGUNG, Gerakan Nasional Peduli Narkoba, Tawuran dan Anarkhisme (Gepenta) Kabupaten Temanggung menggelar silaturahmi kebangsaan di Daun Mas Resto Sabtu kemarin  (19/2). Silaturahmi bertujuan memperkokoh persaudaraan sesama anak bangsa guna mewujudkan Temanggung yang aman, damai, dan kondusif.
     Hadir dalam acara tersebut  Ketua Gepenta pusat Brigjen Polisi (purnawirawan) Drs. Parasian Simanungkalit, SH MH, Ketua Hubungan antara Agama Gepenta KH Soleh Marzuki, Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT., Forum Komunikasi Pimpinan Daerah  dan diikuti tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan pejabat terkait.
     Dalam silaturahmi kebangsaan tersebut  para tokoh lintas agama menyerukan deklarasi cinta damai pasca kerusuhan terkait sidang penistaan agama dengan terdakwa Antonius Richmond Bawengan Selasa (8/2) yang lalu.
     Pembacaan deklarasi dipimpin Wakil Bupati Temanggung, Budiarto diikuti Asy'ari Muhadi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Temanggung, Yamao dari Forum Kerukunan Umat Buddha, Pendeta Iwan Artiyanto dari Gereja Pantekosta di Indonesia (GPDI), Edwin Nugroho dari Walubi, Sudiyono dari Himpunan Penghayat kepercayaan, dan Parasian Simanungkalit (Ketua Gepenta).
     Deklarasi tersebut antara lain menyebutkan umat beragama senantiasa membangun persaudaraan seagama, persaudaraan sesama anak bangsa, persaudaraan sesama umat manusia demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan perdamaian dunia.
     Umat beragama senantiasa membangun hubungan silaturahmi dengan baik sesama anak bangsa tanpa membedakan suku, agama, ras, etnis, golongan, adat istiadat, dan budaya. Mereka juga senantiasa menjungjung tinggi nilai-nilai toleransi agama, baik internal seama agama maupun eksternal dengan agama lain, dan toleransi antarumat beragama dengan Pemerintah Republik Indonesia.
     Mereka senantiasa menghormati hak asasi, hak hidup, dan hak beragama sesama anak bangsa tanpa ada diskriminasi dengan menjunjung tinggi nilai-nilai falsafah Pancasila yaitu musyawarah dan gotong-royong. Mereka juga berjanji senantiasa bersatu padu menjaga empat pilar bangsa Indonesia, yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
     Ketua Gepenta pusat Brigjen Polisi (purnawirawan) Drs. Parasian Simanungkalit, SH MH dalam sambutannya mengatakan Gepenta hadir guna membantu Pemerintah  untuk melawan bahaya narkoba agar bisa diantisipasi supaya tidak merajalela. Disamping itu  siap bertekad mencegah budaya  tawuran dan anarkhisme.
     Wakil Bupati Temanggung, Budiarto mengatakan, peristiwa 8 Februari 2011 pascasidang penistaan agama di Pengadilan Negeri Temanggung, tidak ada gereja yang dibakar dan kerusuhan tersebut bukan merupakan konflik antaragama. Peristiwa tersebut merupakan permasalahan individu yang berdampak pada emosional massa yang bertindak anarkis.
     Ketua Hubungan Antaragama Gepenta Sholeh Marzuki mengatakan, toleransi antarumat beragama perlu terus dibina. Terjadinya kerusuhan ujarnya  mungkin karena kurang silaturahmi, oleh karena itu budaya silaturahmi hendaknya terus dikembangkan dinatara para tokoh lintas agama khususnya dan sesame elemen anak bangsa pada umumnya.(Hms11/Edy Laks).

Berita Terkait