Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENAMBANG ILEGAL DIANCAM 10 TAHUN PENJARA

Rabu, 08 Juni 2011 Umum
PENAMBANG  ILEGAL  DIANCAM HUKUMAN 10 TAHUN PENJARA

TEMANGGUNG, Penambang   batu dan pasir (Galian C)  illegal  diancam hukuman  10 tahun penjara dan denda paling banyak Rp. 10 miliar . Oleh karena  itu  kepada warga masyarakat yang saat ini masih melakukan penambangan diminta untuk patuh dan tunduk pada hukum dengan  berhenti  menambang.   
     Hal itu dikemukakan, Bupati Drs. H. Hasyim Afandi  pada acara sosialisasi  penutupan galian c  dengan warga masyarakat  di balai desa Kwadungan Gunung Kecamatan Kledung Senin (6/6). Hadir dalam acara tersebut  Komandan Kodim 0706, Kapolres, Ketua pengadilan Negeri , Camat Kledung beserta Muspika dan pejabat terkait.   Sosilaisasai diikuti warga masyarakat Desa Kwadungan Gunung, Kwadungan Jurang, Kruwisan dan Tlahap.
     “Sesuai  ketentuan undang-Undang Nomor 4  tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral  diatur bahwa bagi penmabang galian C illegal diancam hukuman 10 tahun penjara dan diwajibkan membayar denda  paling banyak Rp. 10 miliar“ tegasnya seraya  meminta warga yang masih menambang agar ber henti dan  diharapkan warga pemilik lahan bekas galian C melakukan reklamasi untuk difungsikan kembali menjadi lahan pertanian.
     Menurut Bupati  berdasarkan  Rancangan Tata Ruang Wilayah (RTRW) Propinsi Jawa Tengah disebutkan bahwa wilayah Kabupaten Temanggung bukan termasuk wilayah  lahan penambangan galian C. Oleh karena itu jika ada yang melakukan penambangan galian C otomatis illegal dan  tidak dibenarkan karena melanggar ketentuan. Berkait hal itu Pemkab tidak mentolerir terhadap aktifitas penambangan galian C  dan konsisten  melakukan penutupan baik di ledung maupun di Ngadirejo. Agar  penutupan galian C berjalan efektif  mengharapkan dukungan warga masyarakat untuk melakukan pengawasan agar tidak terjadi penambangan lagi.
     Dikatakan  aktifitas penambangan galian C  antara  manfaat dan mudharat   banyak mundaratnya  karena mengakibatkan kerusakan lingkungan dan debit mata air menjadi berkurang. Bekas  lahan galian C lanjutnya menjadi tandus tidak bisa ditanami  berbagai tanaman pertanian karena lapisan tanahnya sudah tidak ada. Oleh karena itu   apapun alasannya  lahan galian C mesti ditutup dan dikembalikan lagi menjadi lahan pertanian  agar anak cucu kelak masih bisa menikmati hasilnya.  
     Hal senada juga disampaikan  Komandan KODIM 0706 Temanggung Letkol Kav Zainudin  yang mengatakan   bahwa  keseimbangan alam harus dijaga . Dengan menjaga keseimbangan, maka alam akan mendatangkan manfaat yang banyak untuk kehidupan manusia, oleh karena itu  penambangan galian C  di lahan pertanian harus dihentikan. Sedang Kapolres melalui Kast Reskrim AKP Andis Arfan Taufani  menegaskan  terkait dengan aktifitas penambangan galian C pihaknya akan bertindak tegas sesuai ketentuan hukum.  Diharapkan   warga masyarakat   dapat membantu tugas Polisi  untuk mengegakkan aturan dan  apabila menjumpai masih ada yang menambang diminta segera melaporkan  agar dilakukan penindakan. 
     Camat Kledung Joko Prasetiono, S Sos  mengatakan, lahan yang dijadikan lokasi penambangan galian C seluas 32 hektar yang tersebar di desa Kwadungan Gunung dan Kwadungan Jurang. Sebagian besar penambang  warga luar Temanggung. Aktifitas penambangan dilakukan  secara besar-besaran    sejak   tahun 2002  dengan mengontrak lahan milik warga. Oleh karena itu pihaknya  menyatakan sangat mendukung upaya Pemkab yang akan melakukan penutupan. Menurutnya, manfaat usaha penambangan pasir tidak sebanding dengan dampak yang terjadi. Sebab, penggalian tersebut banyak menimbulkan kerusakan lingkungan. Selain itu penggalian C menyebabkan lahan menjadi tandus dan jalan desa menjadi rusak karena setiap hari sejumlah truk lalu lalang mengangkut galian C. (Hms11/Edy Laks)

Berita Terkait