Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BETERNAK KELINCI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN

Rabu, 08 Juni 2011 Umum
WABUP  Ir BUDIARTO, MT ;
BETERNAK KELINCI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN


TEMANGGUNG, Wakil Bupati Temanggung Ir. Budiarto, MT  mengemukakan, usaha peternakan  kelinci memiliki prospek cerah bernilai ekonomi tinggi manakala dikelola secara  sungguh-sungguh baik dan benar. Dengan demikian  peternak  berpeluang mendapat penghasilan bagus guna meningkatkan kesejahteraannya.
     Hal itu dikatakan Wakil Bupati disela-sela meninjau  usaha peternakan kelinci milik warga di Desa Jeketro  dan Desa Tlahap Kecamatan Kledung Selasa  (7/6). Dalam peninjauan itu Wabup  didampingi Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Siam Dwi Astuti, Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Ir. Slamet sariono, MSi  dan Camat Kledung Joko Prasetiono, S Sos dan pejabat terkait .
     “Usaha  peternakan  kelinci  pada dasarnya menjanjikan keuntungan  yang lumayan  besar,  apabila dikelola   secara sungguh-sungguh  sesuai  aturan  cara beternak yang benar. Melalui usaha beternak kelinci  akan memperoleh  keuntungan ganda yakni disamping  hewan ternak  yang bisa dijual, juga  menghasilkan pupuk kandang dan air kencing  untuk memupuk berbagai tanaman pertanian“ Ujarnya seraya mencontohkan  anak kelinci umur  4 bulan laku Rp.50.000/ ekor padahal setiap indukan  setiap 2 bulan sekali beranak  antara 6 hingga  8 ekor.
     Menurutnya, sektor peternakan  kelinci merupakan peluang  usaha yang memiliki prospek  cerah untuk terus dibudidayakan oleh warga masyarakat. Oleh karena itu  kepada warga masyarakat khususnya dipedesaan  yang saat ini sudah memilikinya  mesti   terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah. Sedang bagi warga yang belum tertarik  diharapkan  mulai  merintis usaha tersebut  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.
     “Secara realita produksi ternak kelinci  memang belum mencukupi untuk  kebutuhan konsumen dalam negeri karena produktifitasnya masih rendah. Di Temanggung sendiri  belum banyak warga yang membudidayakan usaha  peternakan kelinci  sehingga belum sepenuhnya bisa memenuhi kebutuhan pasar. Kondisi ini membuat peluang usahanya masih sangat terbuka” Ujarnya.
     Parsidi  peternak  warga Jeketro menuturkan  usaha beternak kelinci  mulai dirintis tahun 2009. Pada awal memulai usaha  memelihara 4 ekor betina dan 1 pejantan seharga Rp.1.250.000 yang dibeli dari Purworejo. Dalam kurun waktu 2 bulan masing-masing indukan beranak antara  6-8 ekor  dan setelah berumur 4 bulan , anak kelinci laku dijual  Rp.50.000/ekor. Dengan demikian  dalam sekali beranak modal usaha sudah kembali. Ia mengaku  populasi nya  kini terus bertambah banyak dan sedikitnya setiap bulan mampu menjual 20 ekor anak kelinci, sehingga rata-rata memperoleh penghasilan Rp.1.000.000. selain itu juga masih mendapat tambahan  menjual air kencing  kelinci  3 liter laku Rp.3.000/hari.
     “Usaha beternak kelinci sangat mudah  dan tidak membutuhkan modal besar serta tidak memakan tempat. Bila dipelihara secara intensif hasilnya lumayan besar  untuk menopang kebutuhan keluarga dan biaya sekolah anak-anak. Pemasarannyapun mudah selain dibeli para tetangga juga dijual ke pasar Parakan maupun Kertek Wonosobo bahkan dibeli/didatangi dari Kencal“ tutur Parsidi yang sehari-hari bertugas sebagai tenaga honorer penjaga SD Jeketro.
     Kepala Kantor Ketahanan Pangan  Ir. Siam Dwi Astuti  menjelaskan,  sebagai  upaya   mengembangkan populasi  peternakan kelinci, pada tahun 2011 ini   Pemkab Temanggung  melalui program Pronangkis  akan membantu  215 ekor  bibit kelinci.  Sasaran bantuan  didiistribusikan  kepada beberapa kelompok tani ternak tersebar di  Kelurahan Purworejo  Kecamatan Temanggung 36 ekor, Desa Jeketro Kecamatan Kledung 36 ekor  dan Desa Tepusen Kecamatan Kaloran 27 ekor. Disamping itu juga diberikan  kelompok tani ternak  di Kecamatan Parakan meliputi Desa Campursalam dan Kelurahan Parakan Wetan masing-masing 40 ekor serta  Desa Tagalroso 36 ekor. (Hms11/ Edy Laks).

Berita Terkait