Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KESERASIAN SOSIAL

Sabtu, 06 Agustus 2011 Sosial
PENYUSUNAN KEGIATAN KESERASIAN SOSIAL

TEMANGGUNG, Guna memperlancar pembuatan proposal dan laporan kegiatan keserasian sosial, dilakukan arahan dan bimbingan penyusunan proposal dan laporan kegiatan keserasian sosial Kementrian Sosial RI di Loka Bhakti Praja (3/8).
     Arahan dan bimbingan ini diikuti oleh 8 (delapan) kabupaten, antara lain Rembang, Kendal, Brebes, Purbalingga, Purworejo, Magelang, Cilacap dan Temanggung, yang dihadiri oleh Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung, Kabid Bantuan Jaminan Sosial Dinas Sosial Provinsi Jateng dan Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Ditjen Linjamsos Kementrian Sosial RI.
     Dalam rangka pelaksanaan kegiatan keserasian sosial sebagai satu rangkaian, semoga kegiatan bimbingan ini dapat membantu semua dalam upaya menciptakan kehidupan bermasyarakat yang serasi dan harmonis, kata Kadinsos Kabupaten Temanggung, Teguh Suryanto.
     Direktur PSKBS Ditjen Linjamsos Kementrian Sosial RI, Moch. Helmi mengatakan bahwa pendampingan ini dimaksudkan agar pada saat membuat proposal kegiatan tiap kabupaten tidak menemukan kesulitan, karena pada saat verifikasi sangat rumit dan tidak bisa diselesaikan dalam satu hari serta melibatkan berapa banyak kebutuhan yang diperlukan dalam masing-masing kegiatan.
     Kegiatan keserasian sosial berwujud fisik (perbaikan rumah ibadah, pembuatan tugu keserasian sosial, dll) dan non fisik (peningkatan dan pengembangan kearifan lokal, dll). Helmi menambahkan untuk menyusun proposal kegiatan non fisik dapat juga meminta bantuan DPU untuk menentukan rencana anggarannya.
     Keserasian Sosial adalah upaya perdamaian dengan dasar bahwa Bangsa Indonesia dengan keragaman etnik budaya telah mengalami krisis multidimensional. Krisis yang mencuat antara lain konflik sosial yang mengakibatkan gesekan kepentingan yang mengancam integrasi bangsa.
     Gerakan Perdamaian dan Persaudaraan ini perlu dipertahankan dan ditingkatkan agar tidak terjadi dis-integrasi yang sudah mulai menggerogoti sendi-sendi kehidupan masyarakat yang sangat majemuk ini. Hal ini ditandai dengan meningkatnya bencana sosial seperti konflik sosial, kerusuhan massa yang diwarnai sentimen SARA, politik, sengketa perbatasan antar wilayah, kesenjangan sosial, ekonomi dan sebagainya sehingga menurunnya rasa persatuan dan kesatuan bangsa, perdamaian, persaudaraan antar warga masyarakat di Indonesia. (Hms11/des).


Berita Terkait