Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MENGISI KEMERDEKAAN DENGAN BEKERJA

Sabtu, 13 Agustus 2011 Keagamaan
Tarkhim Putaran Ke-11
MENGISI KEMEDEKAAN DENGAN BEKERJA

TEMANGGUNG, Peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang bertepatan dengan puasa bulan romadhon seperti tahun ini memiliki nuansa yang lain dari biasanya. Nuansa religius tampak sekali ikut menyelimuti peringatan kemerdekaan, meski secara lahiriah upacara bendera dilakukan seperti biasanya. Namun yang terpenting dari peringatan hari kemerdekaan ini adalah bagaimana bangsa Indonesia dapat memahami dan meneruskan nilai-nilai perjuangan dengan melakukan kegiatan yang nyata dan bermanfaat bagi bangsa dan negara.
     Bupati Temanggung Drs. Hayim Afandi mengemukakan, bangsa Indonesia seharusnya merasa bangga karena memiliki sejarah perjuangan kemerdekaan yang sangat baik. Perjuangan kemerdekaan yang telah dilakukan oleh para pahlawan ini telah menumbuhkan nilai-nilai yang sangat tinggi harganya dan menjadi warisan bagi generasi penerusnya. Nilai-nilai inilah yang harus terus kita lakukan dalam menjalankan aktifitas sehari-hari dengan melakukan karya yang bermanfaat.
     Demikian dikatakan Bupati Temanggung dalam acara tarawih dan silaturakhim (tarkhim) putaran ke-11 yang berlangsung di Masjid Baitun Na’im Desa Bantir Kecamatan Candiroto, Jum’at (12/8) lalu. Acara juga dihadiri oleh FKPD, pimpinan SKPD serta masyarakat desa setempat.
     Bupati mengingatkan, seburuk-buruknya manusia hanya membangga-banggakan para leluhurnya tetapi tidak ada perbuatan yang nyata. Sekalipun orang itu memiliki keturunan yang baik namun jika tidak mampu berbuat yang baik maka akan hina dimata sesamanya.
     “Orang yang paling buruk adalah apabila diperingatkan kekurangannya, ia langsung membangga-banggakan leluhurnya,” imbuhnya.
     Untuk mengisi kemerdekaan ini, sambung Bupati Hasyim, semua harus bekerja dengan serius sesuai dengan bidang masing-masing sesuai yang dianjurkan dalam agama. Manusia tidak boleh putus asa atau menyerah kepada keadaan namun harus berusaha untuk terus bekerja dengan keras agar mendapatkan hasil yang baik.
     Sementara itu dalam tausiyahnya, Drs. Jundardo mengemukakan, sebaik-baik manusia adalah yang berumur panjang dan beramal baik. Karena itu memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam hidup. Beberapa amal yang dapat dilakukan dengan memanfaatkan waktu dan berlipat ganda nilai kebaikannya adalah amalan dalam malam lailatul qodar. Selain itu melakukan silaturahmi dan sodaqoh jariyah. (Hms11/Arbai).


Berita Terkait