Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

148 HEKTAR PADI DISERANG TIKUS, PETANI DIBANTU BERAS

Jumat, 19 Agustus 2011 Ketahanan Pangan
148 HEKTAR PADI DISERANG TIKUS,  PETANI DIBANTU BERAS

TEMANGGUNG, Para petani gagal panen akibat tanaman padinya diserang tikus di  8 desa di Kecamatan Bulu mendapat bantuan beras dari Pemkab Temanggung. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT kepada perwakilan petani penerima disaksikan Kepala Kantor Ketahanan Pangan dan pejabat terkait dibalai desa Ngimbrang  Kamis (18/8).
     Wakil Bupati dalam sambutannya mengatakan bantuan beras merupakan ujud kepedulian Pemkab guna meringankan beban petani yang gagal panen akibat tanaman padinya diserang tikus. Serangan hama tikus ujarnya merupakan cobaan dari Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, oleh karena itu diminta tabah dan sabar menerima cobaan, karena dibalik cobaan pasti ada hikmah positif untuk kebaikan umat.
     “Hidup adalah realita  maka nikmati apa adanya dilandasai sikap tabah, sabar dan tawakal, badai serangan  tikus pasti berlalu. Oleh karena itu petani diminta tetap bersemangat dalam bercocok tanam. Tahun ini tanaman padi diserang tikus, tapi untuk tahun-tahun mendatang petani harus tetap optimis tidak ada serangan lagi sehingga padi dapat dipanen untuk mencukupi kebutuhan keluarga“, tandasnya seraya mengharapkan petani selalu berkoordinasi dengan PPL maupun  pihak terkait  supaya  kegiatan usaha tani berjalan efektif dan efisien.
     Kepala Kantor Ketahanan Pangan Ir. Siam Dwi Astuti menjelaskan, jumlah bantuan beras yang diserahkan sebanyak 6400 kg  dibagikan kepada 555 KK yang tersebar di 8 desa, tiap-tiap KK menerima 20 Kg. Ke 8 desa tersebut meliputi  Desa Danupayan  mendapat 800 kg, Pandemulyo 760 kg, Ngimbrang 1540kg, Putat 820 kg  dan desa Bulu 740 kg. Untuk desa Campursari  menerima  540 kg, Tegalurung 460 Kg dan Mondoretno 740  kg.  Diutarakan serangan tikus  mengakibatkan  hamparan tanaman padi seluas 148,8 hektar gagal dipanen. Desa yang paling banyak diserang tikus  yakni Ngimbrang seluas 56,7 hektar.   “Hingga Agustus 2011 Kantor Ketahanan Pangan telah menyalurkan bantuan cadangan  pangan Pemerintah sebanyak 57 ton . Bantuan beras bersumber dari cadangan pangan nasional tahun 2011 yang diberikan secara cuma-cuma kepada petani gagal panen akibat serangan tikus”, ujarnya.
     Camat Bulu Usdimanto mengatakan, diberikannya bantuan beras bermanfaat untuk meringankan beban kebutuhan pangan petani yang gagal panen akibat serangan tikus. Dikatakan hamparan tanaman padi yang diserang tikus  pada awal serangan  bulan Mei tidak seberapa . Namun  intensitas serangan semakin meningkat hingga bulan Juli bertambah menjadi 148,8  hektar tersebar di 8  desa.  Serangan paling banyak  di Desa Ngimbrang  seluas 56,7 hektar, Putat  23,5 hektar, Bulu 21,2 hektar, Mondoretno 16,4 hektar dan desa Danupayan 11,3 hektar. Sedang di Desa Pandemulyo mencapai 11,7 hektar, Campursari 6,25 hektar, dan desa Tegalurung  1,75 hektar.
     “Intensitas Serangan tikus pada awalnya tidak banyak, namun  dari hari kehari  intensitas serangan  bertambah luas dan petani kewalahan untuk mengatasinya, meski sudah berusaha memberantas menggunakan berbagai obat pestisida. Agar serangan tidak bertambah parah, petani melakukan gropyokan dengan memberi obat hama tikus jenis tiran, namun tak mempan hingga akhirnya gagal panen” ujarnya  seraya menambahkan  dengan diberikannya bantuan beras dari Pemkab cukup membantu meringankan ketersediaan pangan petani. (Hms11/Edy Laks)

Berita Terkait