Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SARASEHAN PEMBERIAN GELAR

Selasa, 11 Oktober 2011 Umum
SARASEHAN PEMBERIAN GELAR PAHLAWAN NASIONAL MAYJEN (PURN) BAMBANG SOEGENG

TEMANGGUNG, Bertempat di Gedung Juang 45 Temanggung, baru baru ini diselenggarakan Seminar/Saresehan Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Letjen (Purn) Bambang Soegeng. Acara tersebut menghadirkan nara sumber Prof. Dr. Djoko Suryo , Guru Besar Ilmu Sejarah UGM Yogyakarta, Bp. Munjiat (rekan seperjuangan) dan Dandim 0706 Temanggung Letkon Inf. Zaenuddin. Acara yang diikuti sekitar 100 orang terdiri atas Muspida, Kepala Dinas/Instansi, Camat, Veteran, Pepabri, DHC 45, TNI/POLRI, unsur  Perguruan Tinggi, Guru sejarah, Tokoh Pemuda dan Organisasi Kepemudaan itu berlangsung mulai pukul 10.00 wib dan berakhir selepas tengah hari.
     Moderator Sarasehan Drs. Harno Susanto yang juga Asisten I Setda Temanggung dalam pengantarnya mengatakan bahwa bangsa yang besar adalah Bangsa yang menghargai jasa para Pahlawannya.  Menurutnya Sarasehan ini sangat penting untuk mendukung data dan memberikan informasi tentang fakta sejarah terkait dengan perjuangan Bambang Soegeng.
     Sementara Bupati Temanggung dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan oleh kepala Dinas Sosial Drs. Teguh Suryanto mengatakan, peran Mayjen Bambang Soegeng sangat menonjol dan sejarah mencatat bahwa saat Agresi Militer Belanda II tanggal 19 Desember 1948 Mayjen Bambang Soegeng yang saat itu berpangkat Letnan Kolonel menjabat Panglima Komando Jawa Tengah dan Yogyakarta memiliki peran besar merebut Ibukota Negara yang dikuasai sehingga Belanda mengakui kedaulatan NKRI pada tanggal 27 Desember 1949.
     Nara sumber dari UGM Yogyakarta Prof. Dr. Djoko Suryo menyampaikan materi berjudul Perjuangan Tanpa Henti ; Mengungkap Peran Penting Bambang Soegeng Dalam Merebut, Mempertahankan dan Mengisi Kemerdekaan diantara menyampaikan bahwa apa yang dilakukan oleh Panglima Bambang Soegeng pada masa revolusi fisik tahun 1945-1949 menunjukkan perjuangan sepanjang hidupnya. Dan menggambarkan pengorbanan Bambang Soegeng sebagai seorang pemimpin Tentara yang dituntut ada di tengah anak buahnya di palagan. Selain itu beliau juga lihai menyusun strategi dan siasat perang, terutama saat merebut Yogyakarta sebagai Ibu Kota RI yang dikuasai Belanda lewar Agresi II. Karya besar lain menurut Prof. Dr. Djoko Suryo adalah ide untuk membuat NRP bagi anggota TNI AD yang kemudian menjadi acuan pembuatan NIP bagi pegawai negeri sipil, disamping keahlian berdiplomasi yang dimilikinya.
     Dandim 0706 Temanggung dalam makalahnya menyampaikan sosok Bambang Soegeng sebagai sang pengabdi sejati pada Negara dan Bangsa, Pemimpin Militer yang handal, ahli strategi yang disegani lawan. Sosok Bambang Soegeng menurut Dandim harus dijiwai  oleh segenap komponan bangsa, terutama tentara yang mengemban tugas utama menjaga keutuhan NKRI.
     Sementara itu Bp. Munjiat yang merupakan anak buah Bambang Soegeng menyampaikan, bahwa Mayjen Bambang Soegeng  adalah seorang pemimpin yang tak kenal lelah berjuang melawan Balanda, gigih dalam mempertahankan kedaulatan NKRI, menyayangi anak buah, tegas dalam mengambil keputusan tetapi bersahaja sdan sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
     Pada perumusan hasil, sarasehan tersebut menyimpulkan bahwa berdasarkan fakta empiris, sumber dan dokumen yang dapat dipercaya serta penjelasan historis yang terungkap dan sesuai UU No. 20 Tahun 2009 Tentang Gelar, Tandea Jasa, dan Tanda Kehormatan, mantan KSAD Bambang Soegeng dinyatakan layak diajukan kepada Pemerintah Republik Indonesia untuk mendapat Gelar Pahlwan Nasional. ( HMS11/ISROFI )

Berita Terkait