Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KETHOPRAK GLOKAL KOCOK PERUT PENONTON, NKRI HARGA MATI

Jumat, 21 Oktober 2011 Umum
KETHOPRAK GLOKAL  KOCOK PERUT  PENONTON, NKRI HARGA MATI

TEMANGGUNG, Group kesenian kethoprak Glokal dari Surakarta mampu mengocok perut penonton, dalam pentas hiburan memeriahkan peringatan Sumpah Pemuda tahun 2001 di pendopo Pengayoman Rabu sore kemarin (19/10). Disaksikan Bupati, Pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah, Sekretaris Daerah  dan pejabat terkait serta ratusan penonton dari berbagai organisasi kepemudaan yang tergabung dalam KNPI, mahasiswa dan pelajar, kethoprak Glokal tampil atraktif  mengusung cerita “endahing urip dan glembuk“  diselingi guyonan-guyonan segar membuat penonton terpingkal-pingkal.
     Dua cerita yang diusung endahing urip dan glembuk  mengisahkan   dua kelompok masyarakat  yang  karena hal sepele  mudah terprovokasi  hingga akhirnya terjadi bentrok fisik  berkepanjangan. Tak pelak jatuh korban  harta benda dan jiwa dikedua belah fihak. Peristiwa tersebut menyebabkan  situasi dan kondisi tidak kondusif mengancam  keutuhan  kehidupan bermasarakat  khususnya dan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada umumnya. Kedua belah pihak bersikukuh pada pendirian masing-masing, komunikasi yang ditempuh  tokoh-tokoh yang bertikai tak membuahkan hasil, permusuhan tak terpadamkan.
     Untuk menyelesaikan persoalan tersebut  akhirnya  mengundang    Bupati dan aparat berwajib  yakni Komandan Kodim, Wakapolres  dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)  turun tangan  memberi pencerahan.  Melalui pendekatan  dialogis oleh aparat yang berwenang, akhirnya kedua  kelompok masyarakat itu menyadari kesalahannya, kemudian saling memaafkan  dan bisa didamaikan, sehingga kembali hidup rukun, guyub dan saling toleransi.
     “Cerita endahing urip dan glembuk  menggambarkan potret kehidupan masyarakat yang mudah terprovokasi  sehingga  berbuat anarkhis  saling menyerang. Namun setelah  aparat turun tangan, masyarakat menjadi sadar dan bisa  hudup rukun dan damai. Bagaimanapun NKRI harga mati“ tutur  Tatak Prianto   sang sutradara, sembari menambahkan  konflik  apapun  harus diselesaikan melalui dialog  bukan  kekerasan dan keterlibatan pejabat  sangat penting agar manunggal bersama masyarakat.
     Penggagas acara kethoprak Sumpah Pemuda,  Komandan Kodim 0706 Temanggung Letkol Infantri  Zainuddin   mengatakan, melalui pentas kethoprak, pesan-pesan  pentingnya menjaga NKRI bisa tersampaikan. Hal itu selaras dengan tema peringatan Sumpah Pemuda 2011 yakni  “Dengan Semangat Sumpah Pemuda Kita Tingkatkan Kualitas Pemuda Untuk Menjadi Generasi Emas Yang Pancasilais Demi Kejayaan NKRI”. Diutarakan tema tersebut bertujuan meningkatkan peran serta segenap komponen  bangsa dalam menyikapi permasalahan radikalisme, konflik sosial dan kenakalan remaja, meningkatkan sinergitas dalam membentuk karakter anak bangsa yang Pancasilais dan membangkitkan semangat sumpah pemuda.
     “Dengan pementasan kethoprak peringatan Sumpah Pemuda tahun 2011 ini kita berharap   semangat nasionalisme dan patriotisme  dikalangan pemuda khususnya semakin bergelora. Dengan demikian bakal terwujud  generasi muda berkualitas, berprestasi dan berkarakter Pancasila” ujarnya.(Hms11/Edy Laks).

Berita Terkait