Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PECAHKAN REKOR MURI

Senin, 31 Oktober 2011 Umum
TEMANGGUNG PECAHKAN REKOR MURI MENIUP PELUIT

TEMANGGUNG, Panitia  Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-83 Kabupaten Temanggung Sabtu kemarin (29/10) menggelar arak-arakan pemuda, pelajar dan mahasiswa  dilanjutkan  meniup peluit massal. Peserta arak-arakan diberangkatkan dari Jl Kartini menyusuri Jl. Jendral Sudirman, Jl Letjend Suparman depan pasar Kliwon, JL  Suprapto  dan berakhir di alon-alon Temanggung. Acara dilanjutkan meniup peluit massal yang dicacat sebagai rekor baru oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta 6.023 orang. Hadir dalam acara tersebut  Bupati, FKPD, Pimpinan DPR, Wakil Bupati  dan pejabat terkait.
     Manajer MURI, Sri Widayati, ketika mengumumkan pemecahan rekor tersebut di hadapan para peserta.mengatakan, jumlah peserta tiup peluit bersama kali ini, jauh lebih banyak dari pada yang pernah dilakukan pengunjung Mal Karawaci Tangerang pada 2006, sehingga ini merupakan rekor baru. Kami akan mencatat sebagai rekor MURI, dengan nomor rekor  5.162. Jumlah peserta yang mencapai ribuan itu lanjutnya, memecahkan rekor lama kegiatan serupa yang dilaksanakan di Mal Karawaci Tangerang pada 17 Oktober 2006, yakni dengan peserta 753 orang
     Diutarakan, setelah melakukan pengecekan jumlah peserta secara langsung  di lapangan, dari 6.023 peserta peniupan pluit itu, sebanyak 5.932 adalah para siswa SD, SLTP dan SLTA perwakilan dari tujuh kecamatan di Kabupaten Temanggung. Sedangkan sisanya, adalah para pemuda, pejabat dan warga yang hadir dalam acara tersebut.
     ''Jumlah peserta kali ini jauh melampuai ketentuan angka pemecahan rekor MURI, yakni minimal berjumlah lebih banyak 10% dari rekor lama yang pernah tercipta di kegiatan serupa,''jelasnya sembari menambahkan dengan dipecahkannya rekor baru tersebut, maka hingga kini tercatat ada tiga rekor MURI dari Kabupaten Temanggung. Yakni, rekor daerah yang pernah kejatuhan batu meteorit (dicatat MURI 2001), pertunjukan seni tradisional dengan variasi terbanyak (dicatat tahun 2006) dan tiup pluit massal ini.
     Menandai pemecahan rekor itu diserahkan piagam rekor MURI kepada pihak-pihak terkait dengan penyelenggaran kegiatan ini. Yaitu, Wakil Bupati Budiarto, selaku penggagas, kemudian Ketua DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Temanggung, Tomy Eko Kartika sebagai penggerak, dan Ketua Lembaga Suara Anak Bangsa (LSAB) Selly Yohana, sebagai panitia kegiatan tersebut.
     Bupati Hasyim Afandi dalam sambutannya mengatakan, pluit sepertinya hanya barang sepele, namun sesungguhnya memiliki fungsi sangat penting, yakni untuk mengatur. Seperti dalam berbagai pertandingan olahraga melalui pluit itulah permainan diatur, juga, aparat polisi menggunakan pluit untuk mengatur lalu lintas.
     ''Dalam segala hal, aturan tersebut sangat penting, dan kepada generasi muda kami minta untuk taat kepada aturan atau azaz. Di negara-negara yang maju pasti rakyatnya disiplin menaati azas dan aturan,''ujarnya
     Bupati juga berharap, Sumpah Pemuda kali ini dapat menjadi tonggak bagi tercipatanya generasi emas Indonesia di masa mendatang. Menurutnya, khususnya para pemuda, perlu giat belajar dan bekerja keras, agar nantinya bisa membawa bangsa Indonesia sejajar dengan bangsa-bangsa lain, bahkan melebihinya.(Hms11/ Edy Laks)
      

Berita Terkait