Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BUPATI PANEN PADI HIBRIDA INTANI-2

Selasa, 14 Juli 2009 Pertanian dan Perkebunan
Bupati Panen Padi Hibrida Intani–2
POTENSI  HASIL 12,4 TON PER HEKTAR

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi melakukan panen perdana  padi hibrida varietas intani–2  di Desa Tegalurung Kecamatan Bulu Senin kemarin (13/7). Panen perdana  ditandai dengan pemetikan untaian buah padi menggunakan sabit disaksikan  Camat Bulu, Direktur  PT. Tanindo Intertraco dan pejabat terkait. 
     Bupati Hasyim Afandi  dalam sambutannya mengatakan menyambut positif upaya PT Tanindo Intertraco  mengembangkan padi hibrida varietas intani–2  di Temanggung. Hal tersebut  dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani  khususnya petani pemilik lahan sawah . Dia mengharapkan agar budidaya  penanaman padi hibrida varietas intani–2 terus dikembangkan di masa mendatang.
     Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau  pada jaman dulu ungkapnya, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam kentang berbuah kentang . Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah tidak lagi menanam kentang berbuah kentang, melainkan menanam kentang harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani  mesti  berpikir produktif, dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya  cerah seperti padi intani–2  guna menghasilkan uang.
     “Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen  mudah dijual dan harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya  melimpah otomatis  harganya murah  sehingga merugi“ tandasnya.
     Direktur PT. Tanindo Intertraco Ruli Ramadhani, SP menjelaskan, pada tahun 2009 ini meluncurkan program pengembangan  penanaman padi padi hibrida varietas intani–2  di Tegalurung, Bulu, Temanggung. Diutarakan, uji coba  ubinan  menghasilkan Gabah Kering Giling (GKG)   mencapai 12,4 ton perhektar. Rata-rata permalai mencapai 300 bulir. Keunggulan padi hibrida Intansi–2 lanjutnya, tanaman kokoh dan tahan roboh. Hal itu berbeda dengan jenis padi yang lain yang kebanyakan tidak kokoh sehingga mudah roboh bila ada serangan angin, akibatnya kualitas maupun kuantitas padi menjadi tidak baik .  Selain itu tahan penyakit dan tekstur nasinya pulen serta kebutuhan benih hanya 15 kg perhektar.
     “Uji coba ini bertujuan untuk menyebarluaskan  hasil percontohan budidaya padi hibrida varietas intani–2 yang memiliki keunggulan lebih dibanding jenis padi yang lain. Dengan menaman jenis padi ini, petani berpeluang besar memperoleh hasil yang banyak guna meningkatkan kesejahteraannya“ ujarnya. Seraya menambahkan, melalui uji coba ini bisa mendapatkan umpan balik dari pengguna sebagai bahan masukan serta kemungkinan pengembangan inovasi lebih luas. (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait