Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

153 TUNGGAKAN SERTIFIKAT TANAH DAPAT DISELESAIKAN

Jumat, 22 Mei 2009 Pemerintahan
MESKI HARUS MENUNGGU LAMA, 153 TUNGGAKAN SERTIFIKAT TANAH DAPAT DISELESAIKAN

TEMANGGUNG, Meski harus menunggu lama selama 2 tahun , sebanyak 153 permohonan penyertifikatan tanah di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Temanggung yang statusnya tunggakan atau selama ini belum dikabulkan, akhirnya dapat diselesaikan. Dari permohonan yang semula belum dikabulkan tersebut, ada yang mengajukan penyertifikatan tanahnya sejak tahun 1998 atau 10 tahun lalu.
     Ketua BPN Temanggung, Izda Putra, di kantornya, kemarin mengatakan, untuk pengajuan permohonan penyertifikatan dari warga yang dilakukan pada tahun 1998 silam, ada sebanyak 23 tunggakan. Sertifikat tanah mereka belum bisa diterbitkan BPN, karena syarat-syarat administratif yang diajukan tidak sesuai kenyataan.
     Kendala yang dihadapi , gambar tanah yang akan disertifikatkan ternyata tidak seperti kenyataannya, sehingga tak memenuhi syarat. Hal itu dimungkinkan,  karena kesalahan petugas dari lembaga swasta yang menerima order untuk menggambar tanah warga tersebut.
     Kendala yang sama, juga terjadi pada permohonan penyertifikatan pada tahun 2000 hingga 2002. Dalam kurun 2 tahun tersebut, sebanyak 50 permohonan sertifikat dari warga Desa Petarangan, Kledung tidak bisa dikabulkan, karena perbedaan gambar tanah dengan keadaan sebenarnya.
     Melihat kenyataan tersebut, dia kemudian memerintahkan  stafnya, agar melakukan pengukuran kembali tanah para pemohon tersebut, sehingga gambarnya dapat diperbaiki dan proses penyertifikatan dapat dilaksanakan kembali.Diutarakan, berhasil menyelesaikan 73 tunggakan permohonan sertifikat karena salah gambar itu, bukan berarti sudah tidak ada tunggakan lagi. Sebab, ternyata permohonan kurun waktu 2003 hingga 2007 juga masih ada 159 tunggakan, dikarenakan beberapa hal. Antara lain, tanah masih dalam sengketa waris, sengketa batas, tidak ada saksi batas dan lain-lain.
     “Namun, karena pemohon juga enggan menyelesaikan persoalan tersebut, maka sejak awal 2008 lalu, pihaknya berinisiatif menjadi mediator penyelesaian engketa tanah yang akan disertifikatkan itu. Dari usaha tersebut, sekitar 50% atau 80 tunggakan dapat terselesaikan. Sehingga secara keseluruhan sebanyak 153 tunggakan terselesaikan” tambahnya  (Hms/Edy Laks).

Berita Terkait