Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENGELOLAAN YANG TIDAK KEKANAK-KANAKAN

Jumat, 10 Pebruari 2012 Pendidikan
TEMANGGUNG, Pukul 7 pagi, 20 orang anak usia 5 tahun berseragam putih rompi biru masuk kelas dengan semangat. Setelah mengucapkan selamat pagi pada Bu Tini, guru mereka, Tim KKN Desa Getas diajak masuk dan bermain sambil belajar sampai pukul 9.
     Kegiatan bermain dan belajar bersama murid-murid TK PGRI Getas adalah salah satu program yang dilaksanakan oleh TIM KKN Undip selama berada di Desa Getas. Dalam kegiatan yang dilaksanakan Senin (30/01), anak-anak diajak mewarnai gambar, menonton film Kehidupan Dunia Air, dan juga pengenalan manfaat dan gizi telur bagi tumbuh kembang mereka. Tidak hanya dikenalkan pada gizinya saja, Anak-anak TK ini pun berkesepatan mencicipi sate telur puyuh bacem yang dimasak sendiri oleh Mas dan Mbak KKN.
     TK PGRI Getas adalah satu dari 2 Taman Kanak-kanak yang ada di Desa Getas, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. TK ini baru memiliki gedung sendiri tahun 2008 setelah 16 Tahun menumpang di salah satu kelas di SDN Getas 3. Ibu Tini, yang berperan sebagai Kepala Sekolah dan Guru ini, mengungkapkan bahwa sebagian besar pengelolaan Taman Kanak-Kanak ini diperoleh dari iuran orang tua murid di awal tahun. Itu pun tidak seluruhnya lunas pada awal pembayaran. Para orangtua murid ada yang mencicil hingga akhir tahun ajaran. Maka dari itu, Tidak jarang Ibu Tini menggunakan uang pribadinya sebagai sumber dana untuk membeli mainan baru, ataupun mengecat gedung tempat mengabdinya dari pertama kali TK itu berdiri.
     "Hal yang saya selalu saya tanamkan pada anak-anak disini adalah bahwa mereka harus mempersiapkan diri untuk melanjutkan ke Sekolah Dasar. Hal-hal yang harus dipersiapkan tersebut antara lain keterampilan membaca dan menulis, kebiasaan bangun pagi, dan yang paling penting adalah kedisiplinan. Jika mereka tidak siap, mereka akan tertinggal atau bahkan tidak dapat menyerap ilmu yang mereka dapat dengan maksimal." Bu Tini menjelaskan apa tujuan dari Taman Kanak-kanak yang beliau kelola sendiri tanpa merasa sepi meskipun tenaga pengajar dan pengelolanya hanya beliau seorang.
     "Saya tidak pernah merasa bosan dan keberatan dengan apa yang saya jalani sekarang. Karena pada dasarnya saya menyukai anak-anak." Begitu penjelasan Ibu Tini. Jika dilihat dari pertumbuhan siswa yang mendaftar ke TK PGRI Getas ini setiap tahun yang cenderung menurun, seharusnya ada yang peduli pada keberlangsungan sekolah ini. Baik yayasan yang menaungi TK tersebut, dan juga Dinas Pendidikan Pemerintah setempat yang sangat berkepentingan dengan kualitas pendidikan dari siswa-siswi di Lingkungan Kabupaten Temanggung.(Hms12/JTRR-GTS2012/pakDhe)

Berita Terkait