Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BUPATI PANEN BAWANG MERAH

Senin, 13 Pebruari 2012 Bencana
TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi melakukan panen perdana  bawang merah  di lokasi Agro Techno Park bekas lahan penambangan batu dan pasir (galian C) Desa Kwadungan Gunung Kecamatan Kledung, Sabtu (11/2). Panen perdana  ditandai dengan pemetikan untaian buah bawang merah  disaksikan Kepala dinas Pertanian, Perkebunanan dan Kehutanan, Kepala kantor ketahanan Pangan, Camat Bulu, dan pejabat terkait serta diikuti para petani .
     Bupati Hasyim Afandi  dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi kepada para petani baik di desa kawadungan Gunung maupun Kwadungan Jurang mengembangkan tanaman bawang merah  di lokasi yang dulunya menjadi lahan penambangan batu dan pasir. Hal tersebut  dinilai sangat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan petani  sekaligus mengembalikan fungsi lahan menjadi  kawasan budidaya pertanian. Dia mengharapkan agar budidaya  penanaman bawang merah terus dikembangkan di masa mendatang.                  
     Diutarakan lokasi penanaman bawang merah dulunya merupakan tanah bengkok  desa yang dimanfaatkan menjadi lahan tambang batu dan pasir. Akibatnya lokasai tersebut menjadi tandus  dan oleh pemkab Temanggung dibeli kemudian direklamasi ditutup tanah urugan menghabiskan biaya satu miliar rupiah. Kini lahan tersebut dikelola petani desa Kwadungan Gunung dan Kwadungan Jurang  ditanami bawang merah.  
     Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya mengubah paradigma pikiran lama. Kalau  pada jaman dulu ungkapnya, petani hanya berpikir sederhana misalnya menanam brambang ( bawang merah)  berbuah brambang. Namun untuk saat ini paradigma itu harus diubah menanam brambang  harus berbuah uang. Filosofi itu artinya petani  mesti  berpikir produktif, dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian yang prospeknya  cerah seperti bawang merah varietas unggul guna menghasilkan uang.
     “Dengan mengembangkan pola berpikir kreatif, inovatif dan produktif, petani tahu persis komoditas apa yang ditanam dan kapan harus menanam supaya pada saat panen  mudah dijual dan harganya mahal. Kesalahan yang acap kali dilakukan petani pada umumnya kurang memperhatikan jenis tanamam dan waktu penanaman. Pada saat panen jumlahnya  melimpah otomatis  harganya murah  sehingga merugi“, tandasnya.
     Camat Kledung, Joko Prasetiyo  menjelaskan, program Agro Techno Park penanaman bawang merah  dikelola secara swadaya oleh kelompok tani  desa Kwadungan Gunung dan Kwadungan Jurang.  Diutarakan, uji coba  ubinan  menghasilkan bawang merah kering   mencapai 15 ton perhektar. Rata-rata dalam satu hektar dengan menghabiskan biaya produksi 23 juta rupiah menghasilkan pendapatan kotor dua puluh sembilan juta rupiah sehingga  keuntungan bersih 6 juta rupiah. Sedang masa tanamnya relatif singkat hanya 70 hari.
     “Di lokasi tersebut setelah  panen bawang merah akan kembali ditanami bawang merah, kobis  dan jagung manis. Tahap berikutnya  ditanami sayuran dan tembakau  model tumpangsari, berarti dalam 1 tahun  bisa  3 x tanam “ujarnya. Seraya menambahkan tanah yangh sudah direklamai seluas 1,1 hektar namun yang baru dimanfaatkan baru 9000 meter sehingga memungkinkan pengembangan inovasi lebih luas. (Hms12/Edy Laks)


Berita Terkait