Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KOMISI E DPRD JATENG KK DI TEMANGGUNG “Penanganan HIV/AIDS Harus Komprehensif “

Kamis, 16 Pebruari 2012 Bencana
TEMANGGUNG, Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah mengadakan kunjungan kerja masalah HIV/AIDS  di Temanggung Rabu (15/2). Rombongan kunjungan kerja dipimpin Sekretaris komisi E Mahmud Mahfud diikuti segenap anggota. Rombongan  diterima oleh Bupati Hasyim Afandi didampingi Anggota DPRD Muh Sakroni dan pejabat terkait di Loka Bhkati Praja Setda.
     Mahmud Mahfud mengatakan, kunjungan kerja dimaksudkan untuk menyerap informasi  tentang penanggulangan dan penanganan HIV/AIDS. Diungkapkan sesuai data  kasus HIV/AIDS di Temanggung dari tahun ketahun menjadi sorotan publik karena menunjukkan trend yang cenderung meningkat mencapai 172. Diutarakan  berdasarkan catatan,  kasus HIV/ AIDS di Jawa Tengah sejak tahun 2003 hingga 2011  mencapai 4638 dan yang sudah meninggal dunia 568 orang.
     “Kasus HIV/AIDS berdampak luas  baik sosial, ekonomi maupun politik dan belum ada obatnya. Oleh karena itu agar tidak semakin meluas perlu penanganan yang komprehensif melibatkan berbagai pihak  secara terpadu dan berkelanjutan“ ujarnya seraya menambahkan hasil kunjungan kerja nantinya akan dikaji lebih mendalam  sebagai bahan dalam  penyusunan  Peraturan Daerah tentang penanggulangan HIV/AIDS.
     Bupati Hasyim Afandi menjelaskan, kasus HIV/AIDS di Temanggung ditemukan pertama kali pada tahun 1997  bari 1 kasus. Namun dalam perkembangannnya  terus semakin meningkat secara signifikan  hingga tahun 2011 mencapai 172 kasus. Pemkab secara konsisten  terus  berupaya  melakukan  penanggulangan dan penanganan melibatkan berbagai pihak terkait. Bahkan telah membentuk Komisi Penanggulangan  AIDS (KPA) dengan mengalokasikan anggaran tahun 2011 sebesar Rp. 125 juta.
     Kepala Dinas Kesehatan  dr. Suparjo menjelaskan, dari 172 kasus  HIV/AIDS  80 diantaranya sudah meninggal dunia  termasuk didalamnya  5 anak balita. Sebagian besar  penyebabnya karena berperilaku heteroseksual , sebagian lainnya karena Narkoba, homo sex dan lainnya . Diutarakan  pihaknya  secara periodik melakukan teraphy pengobatan home visit kepada para penderita . Selain itu melakukan sosialisasi ke berbagai elemen masyarakat  agar berperilaku hidup sehat  supaya tidak terjangkit HIV/AIDS. Upaya penanggulangan dan penanganannya melibatkan Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Smile Plus  dan tokoh-tokoh agama. (Hms12/Edy Laks) 

Berita Terkait