Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

GAPOKTAN MANUNGGAL SAKTI DAMBAKAN TRAKTOR

Jumat, 30 Maret 2012 Ketahanan Pangan
TEMANGGUNG, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manunggal Sakti Desa Gandulan Kecamatan Kaloran, mendambakan bantuan tarktor dari pemerintah. Hal itu bertujuan untuk menunjang kelancaran  petani dalam mengarap sawah sehingga lebih cepat dan hasil tani  lebih meningkat.
     Permohonan bantuan traktor tersebut diutarakan Ketua Gapoktan Manunggal Sakti Wahno Suherman  pada acara  sarasehan  dengan Wakil Bupati Budiarto baru-baru ini. Sarasehan  acara tersebut dihadiri Kepala badan Pelaksana Penyuluhan, Camat  dan pejabat terkait serta diikuti segenap pengurus dan anggota Gapoktan.
     Dia mengatakan selama ini para petani dalam menggarap sawah hanya mengandalkan  tenaga hewan seperti sapi dan kerbau  sehingga proses lama  karena harus bergiliran.  Padahal lahan petanian milik anggota yang mesti digarap  cukupluas mencapai puluhan hektar. Petani harus sabar menunggu giliran  setelah hewan yang digunakan  untuk membajak selesai menggarap sawah  milik anggota yang lain. Akibatnya  sawah-sawah yang dibajak tidak selesai dala waktu besamaan sehingga masa tanamnya juga tidak serempak.
     “Oleh karena itu petani sangat mengharapkan bantuan traktor agar dalam menggarap sawah bisa cepat dan selesaianya  bersamaan sehingga pada saat menanam bisa serempak. Dengan pola tanam serempak  maka  serangan hama berbagai penyakit dapat diantisipasi“ ujarnya seraya berharap  bimbingan dan arahan dari para penyuluh agar usaha tani berjalan optimal  supaya petani sejahtera.
     Wakil Bupati Budiarto, dalam sambutannya mengatakan dunia pertanian  menjanjikan  keuntungan  manakala  dikelola secara baik dan benar sesuai perkembangan teknologi pertanian yang modern. Oleh karena itu diminta  petani berpikir maju dan tenanan sehingga memungkinkan  produksi pertaniannya meningkat. Dengan demikian  terbuka kesempatan petani mampu bersaing dan hidupnya lebih sejahtera.
     Menurutnya  petani era sekarang sudah waktunya  bekerja keras dan tenanan serta  produktif  selaras dengan perkembangan teknologi pertanian. Filosofi itu artinya petani  mesti  mau mencoba berpikir maju  belajar dan terus belajar  dalam bercocok tanam  selektif memilih jenis tanaman pertanian bibit unggul  yang prospeknya  cerah. Selain itu dalam menanam, petani memperhitungkan  waktu yang tepat agar ketika panen hasilnya banyak dan harganya mahal. Terkait dengan permintaan bantuan traktor akan diusahakan.
     “Kabul tidaknya permohonan bantuan traktor tergantung do’a para petani. Saya hanya bisa berusaha  yang menentukan semata-mata  Tuhan Yang Maha Esa“ tandasnya  seraya mengharapkan usaha tani yang selama ini dijalankan ditekuni agar maju dan berkembang.(Hms11/Edy Laks).

Berita Terkait