Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BANARAN RAWAN LONGSOR, SEBAGIAN TANAH RETAK

Selasa, 06 Maret 2012 Bencana
TEMANGGUNG, Desa Banaran, Kecamatan Gemawang rawan longsor menyusul ditemukannya tujuh titik retakan tanah. Hal itu  mengancam keselamatan jiwa 83 jiwa penduduk di desa tersebut, yang tersebar di RT 2, RT 4, RT 6, RT 7, dan RT 10.
     Kasi Penanggulangan Darurat dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Eko Suprapto dikantornya (5/3) mengatakan kondisi tanah   Dsa Banaran labil dan letaknya berada di perbukitan. Oleh karena itu masuk kategori rawan bencana tanah longsor. Diutarakan di Dusun Lembu Jati, Desa Banaran, ada rekahan baru sedikitnya tujuh titik tersebar di RT 2, RT 4, dan RT 10. Retakan tanah itu terdeteksi pertama sejak tanggal 1 Maret lalu dan kini semakin melebar. Kedalam sekitar 1 meter, lebar 1-2 centimeter, dan panjang bervariasi antara 2-4 meter.
     “Sebelumnya sudah ada 11 rumah yang terletak di lereng bukit terancam longsor. Adanya, temuan baru berupa retakan tanah semakin menunjukkan bahwa wilayah ini mengalami ancaman serius dan segera memerlukan antisipasi penanganan bencana.” Ujarnya serya menambahkan Sampai saat ini pihak BPBD telah memasang alat monitoring pemantau gerakan tanah, sehingga jika sewaktu-waktu ada peregesaran tanah sirine akan berbunyi, dan warga segera menyelamatkan diri. Menurutnya untuk membatasi longsoran diperlukan 200 tumpukkan karung berisi pasir dan ditambah tusukkan bambu untuk menguatkan pasir agar tidak terus terjadi longsor. (HMS 12/Edy Laks)

Berita Terkait