Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

STATUS SINDORO KEMBALI NORMAL

Selasa, 03 April 2012 Umum
TEMANGGUNG, Waga masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Sindoro kini tidak khawatir lagi akan ancaman bahaya letusan gunung api menusul diturunkannya status aktivitas dari waspada menjadi normal. Selama berstatus waspada, masyarakat di lereng gunung tersebut beraktivitas normal, meskipun mereka tetap dihinggapi rasa cemas saat bekerja di ladang. Badan Geologi Bandung yang menaikkan status Gunung Sindoro menjadi waspada pada 5 Desember 2011 pukul 20.00 WIB, kembali menurunkannya menjadi normal pada 30 Maret 2012 pukul 14.00 WIB.
    Status waspada yang berlarut-larut membuat masyarakat di sekitar kawasan Gunung Sindoro dihantui perasaan was-was mungkinkah Sindoro akan meletus, karena selama ini gunung api tersebut dikenal telah tidur panjang. Gunung dengan ketinggian 3.150 meter di atas permukaan laut ini terakhir meletus pada 1970. Meskipun peningkatan status baru level waspada, sebagian masyarakat yang merasa khawatir akan terjadi letusan besar, sempat mengungsi ke daerah lain. Namun, setelah mendapat penjelasan dari perangkat desa mereka kembali ke rumahnya masing-masing.
    Camat Bansari, Singgih Purnomo, menyatakan bersyukur kepada Tuhan, status Gunung Sindoro telah turun menjadi normal, berarti tidak jadi meletus. Dengan demikian teka-teki masyarakat selama ini telah ada kepastian dengan diturunkannya status menjadi normal. Dia mengutarakan,  selama ini masyarakat terus melakukan istighatsah atau doa bersama agar Gunung Sindoro tidak meletus. Ia berharap, ke depan aktivitas Gunung Sindoro tetap normal sehingga warga bisa beraktivitas dengan tenang. Selama berstatus waspada, kegiatan masyarakat berjalan normal, namun dengan kepastian status Sindoro menjadi normal ini membuat kami lebih tenang dalam bekerja.
    Petugas Pos Pengamatan Gunung Sindoro dan Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari, Sumaryanto, mengatakan aktivitas vulkanik Gunung Sindoro dalam status waspada cukup fluktuatif, namun dalam sebulan terakhir kecenderungannya menurun. Berdasarkan data seismik maupun visual dalam satu bulan terakhir aktivitas Sindoro terus menurun, bahkan dalam suatu hari kadang tidak terjadi kegempaan. Ia menuturkan, kalau sebelumnya banyak titik di dinding kawah yang mengeluarkan asap, berdasarkan pendakian terakhir petugas pada 23 Februari 2012 hanya terdapat satu titik yang mengeluarkan asap.
    "Laporan terakhir yang kami kirim ke Badan Geologi Bandung sekitar satu bulan lalu memang aktivitas Sindoro telah menurun dan kami menunggu hasil evaluasi dari Badan Geologi dan JUmat (30/3) dinyatakan telah turun menjadi normal," katanya. (Hms12/Edy Laks)

Berita Terkait