Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SERANGAN TIKUS MENGGANAS, PETANI GROPYOKAN

Kamis, 05 April 2012 Umum
TEMANGGUNG,  Dalam sebulan terakhir ini serangan tikus di Desa Bumiayu Kecamatan Selopampang mengganas. Agar tidak meluas para petani melakukan gropyokan, hingga Rabu malam (4/4) sedikitnya 2500 ekor tikus sudah tertangkap. Tikus yang tertangkap oleh Pemkab dihargai Rp.1000/ekor.
     Gropyokan semalam dilakukan para petani yang terbagi dalam beberapa kelompok. Dengan membawa peralatan lampu petromak dan tongkat mereka memburu tikus-tikus hingga tertangkap lalu dibunuh kemudian dimasukkan karung untuk dikumpulkan. Dalam gropoyakan itu dipantau langsung Wakil Bupati Budiarto didampingi Kepala Dinas Pertanian Kehutanan dan Perkebunan Masrik Amin, Camat Selopampang dan pejabat terkait.
     Disela-sela pemantauan, Wabup mengatakan merasa prihatin atas musibah serangan tikus yang mengakibatkan ratusan hektar tanaman padi rusak. Oleh karena itu kepada para petani diminta tabah menghadapi cobaan dan bisa mengambil hikmah positif. Disamping itu berharap semoga melalui gerakan gropyokan, serangan tikus segera berakhir sehingga tidak semakin meluas. Dengan demikian kerusakan hamparan tanaman padi tidak bertambah parah, sehingga masih ada sisa tanaman  yang dapat diselamatkan untuk dipanen.
     “Petani saya minta tetap semangat melakukan gropyokan tikus agar populasinya bisa ditekan, serta serangan tikus tidak semakin meluas, sehingga kerugian dapat diminimalisir. Selain itu  hendaknya  tabah dan sabar menerima cobaan, karena dibalik cobaan pasti ada hikmah positif untuk kebaikan umat” pintanya seraya menambahkan dalam tahun anggaran 2012 ini Pemkab menganggarkan Rp.200 juta untuk membeli tikus-tikus yang tertangkap  dengan perhitungan Rp.1000/ekor. 
     Kepala Desa Bumiayu Suprawoto mengatakan, hamparan tanaman padi yang diserang tikus  mencapai ratusan hektar  yang tersebar di 8 dusun. Serangan tikus mulai dirasakan petani sejak sebulan lalu, mulanya intensitas serangan  tidak banyak.Namun  dari hari kehari intensitas serangan bertambah luas dan petani kewalahan untuk mengatasinya, meski sudah berusaha memberantas mengunakan berbagai obat pestisida. Agar serangan tidak bertambah parah, kini petani melakukan gropyokan dengan memburu tikus sampai tertangkap lalu dibunuh. Hasil gropyokan kemudian dikumpulkan dan setelah diverifikasi oleh petugas dari unsur PPL, pengawas hama dan Kepala UPT Pertanian disaksikan Camat, bangkai tikus dikubur. 
     “Pada awalnya serangan tikus tidak seberapa, para petani berusaha mengatasinya dengan memberi umpan berbagai obat pestisida seperti pospit, temix dan racumi namun tak mempan bahkan serangan semakin meluas. Namun petani tidak patah semangat dan upaya yang tengah dilakukan sekarang  yakni dengan melakukan gropyokan”,  ujarnya seraya menambahkan akibat serangan tikus produksi padi turun hingga 50 persen.  (Hms12/Edy Laks)

Berita Terkait