Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BHAKTI SOSIAL DI DESA JLEGONG

Senin, 16 April 2012 Sosial
TEMANGGUNG, Dipilihnya desa Jlegong sebagai sasaran bhakti sosial adalah sebagai bentuk kepedulian terhadap kegiatan Posyandu. Kegiatan  ini merupakan salah satu kegiatan dimana kaum perempuan sangat berperan didalamnya. Hal ini sejalan dengan cita-cita ibu Kartini yakni mengangkat derajat kaum wanita utamanya peningkatan peran perempuan dalam pembangunan. Kegiatan Bhakti Sosial di Desa Jlegong Kecamatan Bejen yang dilaksanakan Sabtu (14/4) dihadiri oleh Dr Suparjo Kepala Dinas Kesehatan, Camat Bejen beserta Ibu Ketua Tim  Penggerak PKK, Ibu Kapolsek, Danramil beserta Anggotanya dan undangan lainnya. 
     Pada tahun 2012, masyarakan desa Jlegong mendapatkan ujian dari Allah SWT berupa bencana alam tanah longsor.  Oleh karena itu pada kesempatan yang sangat membahagiakan Panitia Hari Kartini ke 133 Kabupaten Temanggung tahun 2012 menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa dan masyarakat desa Jlegong semoga selalu diberi ketabahan, kesabaran dan dapat mengambil hikmah dari musibah ini.
     Kegiatan bhakti sosial di desa Jlegong berupa pengobatan gratis untuk 100 orang, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kekurangan gizi, bantuan kepada 5 keluarga (RTM) yang mempunyai balita gizi buruk berupa susu formula dan kambing, bantuan kepada 10 anak yatim/piatu dan pemberian  bantuan kepada 3 orang korban bencana alam tanah longsor. Hal ini disampaikan Ketua Panitia peringatan Hari Kartini ke 133 Kabupaten Temanggung Tahun 2012 Ibu Eny Budiarto S.Sos.
     Ibu Lies Hasyim Afandi S.Pd selaku Penasehat Peringatan Hari Kartini ke 133 menyampaiakn  Kejarlah untuk kebahagiaan beribu-ribu orang, kejarlah untuk kepentingan yang abadi, kalimat tersebut merupakan penggalan kalimat yang diambil dari surat Raden Ajeng Kartini kepada Ny Von Kol di Belanda pada 21 Juli 1902 yang menjadi pendorong bagi Kartini-Kartini masa kini untuk lebih berkarya lagi, bahwa Kartini tak akan pernah mati.
     Selanjutnya, ungkapan tersebut betul adanya selain karena banyaknya wanita yang mampu mencapai pucuk pimpinan di berbagai organisasi bahkan Indonesia juga pernah memiliki presiden wanita, banyak pula sosok wanita yang memiliki jiwa Kartini. Jika dahulu Kartini memperjuangkan hak wanita agar sama posisinya dengan kaum pria, maka Kartini masa kini tidak hanya memperjuangkan hak wanita saja, tetapi juga membantu masyarakat kurang mampu melalui kegiatan sosial. Fakta kondisi dan perkembangan mengenai kemiskinan perlu terus dideteksi, karena kian hari kondisi dan perkembangan tersebut bergerak menujukkan perubahan mengenai siapa miskin, mengapa miskin, dan bagaimana mengatasi kemiskinannya.
     Apabila tindakan bersama dilakukan secara berkesinambungan, mandiri dan partisipasif, akan menjadi kunci utama tumbuhnya program yang peduli dengan kemiskinan.  Melalui bhakti sosial dalam rangka peringatan Hari Kartini ke 133 kali ini, segenap wanita Temanggung yang tergabung kedalam organisasi wanita ingin menunjukkan kepedualiannya dengan tindakan nyata melalui pengobatan gratis, pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil kurang gizi, bantuan kepada balita dari keluarga kurang mampu serta bantuan kepada anak yatim dan pemberian uang duka kepada korban tanah longsor. (Hms12/miDjan)

Berita Terkait