Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KONDISI SANITASI MASIH BURUK

Rabu, 18 April 2012 Umum
TEMANGGUNG, Masalah air bersih dan sanitasi berpengaruh terhadap derajat kesehatan manusia. Karena itu, tidak tersedianya air bersih dan sanitasi yang buruk akan menyebabkan timbulnya penyakit diare, dan berperan dalam mengundang munculnya berbagai faktor pembawa penyakit lainnya.
    Hal tersebut diungkapkan Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi dalam acara kick off meeting/sosialisasi program percepatan pembangunan sanitasi permukiman (PPSP) dan Pamsimas Kabupaten Temanggung 2012, di Graha Bumi Phala, Kantor Setda, kemarin.
    Bupati menambahkan, fakta menyatakan kondisi sanitasi Indonesia masih buruk. Layanan limbah air domestik baru mencakiup 51,9%, masih 70 juta penduduk buang air sembarangan, dan bakteri e-coli dijumpai di 75% air sumur dangkal perkotaan.
    Hadir dalam acara tersebut Pokja Air Minum Penyehatan Lingkungan (AMPL) Jateng dalam pelaksanaan Pamsimas dan Penyusunan Buku Putih Sanitasi, kemudian  PPK Pamsimas Dwi Sukarmei, PPK PPSP Sudiyono, Pokja Sanitasi dan AMPL Kabupaten Temanggung. Kemudian juga para kepala SKPD, camat, organisasi kemasyarakatan, PWI, sekolah, fasilitator PPSP kabupaten, dan lain-lain.
    Sementara menurut keterangan Kepala Badan Perencanaa Pembangunan Daerah (Bappeda) Bambang Dewantoro, menjelaskan Sebanyak tiga belas desa di Kabupaten Temanggung akan melaksanakan program penyediaan air minum dan sanitasi masyarakat (Pamsimas) tahun 2012. Yakni, terdiri atas 12 desa melaksanakan proyek Pamsimas reguler, dan sebuah desa proyek Pamsimas replika.
    “Pada 2008 hingga 2012 lalu, sebanyak 70 desa jadi sasaran Pamsimas, meliputi 64 desa pelaksana Pamsimas regular dan enam desa replikasi, tahun 2012 ini ada 13 desa sasaran Pamsimas,” tandas Bambang Dewantoro.
    Menurutnya, alokasi dana per desa untuk program Pamsimas tersebut, baik regular maupun replika sama, yakni Rp 275 juta. Untuk regular, anggarannya berasal dari APBN (loan Bank Dunia) Rp 192,5 juta atau 70% dari anggaran seluruhnya. Kemudian, dari sumber APBD Kabupaten Rp 27,5 juta atau 10% dari anggaran seluruhnya, kontribusi masyarakat desa Rp 11 juta (tunai) atau 4% dari anggaran seluruhnya, serta swadaya masyarakat berupa tenaga dan material senilai Rp 44 juta, atau 16% dari anggaran seluruhnya.
    Untuk pamsimas replika sumber anggarannya berasal dari APBD kabupaten/kota Rp 220 juta atau 80% dari total anggaran, Kontribusi masyarakat desa Rp 11 juta (tunai) atau 4% dari total anggaran, dan swadaya masyarakat berupa tenaga dan material Rp 44 juta atau 16% dari anggaran keseluruhan.
    Adapun desa-desa yang akan melaksanakan Pamsimas reguler adalah, Danupayan (Kecamatan Bulu), Candiroto (Candiroto), Kentengsari (Candiroto), Kemirombo (Gemawang), Giyono (Jumo), Kemiri (Kaloran), Kwarakan (Kaloran), Caruban (Kandangan), Margolelo (Kandangan), Soborejo (Pringsurat), Bulan (Selopampang), dan Purwosari (Wonoboyo). Serta, satu desa yang akan melaksanakan Pamsimas replica ialah Desa Bantir (Candiroto). (Hms12/Paul)


Berita Terkait