Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PERINGATAN HARDIKNAS

Kamis, 03 Mei 2012 Pendidikan
TEMANGGUNG, Permintaan tenaga kerja lulusan dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah terbilang sangat tinggi yakni sekitar 5.000 orang.
      Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Bibit Waluyo saat peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) di Kabupaten Temanggung, Rabu (02/5). Hadir dalam upacara tersebut Bupati Temanggung, Drs. Hasyim Afandi, Wabub, Ketua DPRD Kabupaten Temanggung, dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sejawa Tengah.
      Bibit menambahkan hal ini sangat mendukung ditetapkannya Jateng sebagai provinsi vokasi. Di Temanggung diminta 5.000 tenaga kerja dari SMK oleh beberapa perusahaan, tapi kenyataannya baru mampu menyiapkan 2.000 orang. Yang 3.000 diambilkan dari SMK-SMK dari seluruh Jawa Tengah sesuai permintaan para pengusaha," katanya.
      Sementara Sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang dibacakan Gubernur Jateng mengatakan  Pada peringatan Hari Pendidkan Nasional tahun ini, kita patut bersyukur karena bidang kebudayaan telah kembali ke “rumah besar” pendidikan setelah terpisah lebih dari sepuluh tahun. Kementerian ini, terhitung sejak 20 Oktober 2011 lalu telah berubah menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 91 Tahun 2011, tentang Pembentukan dan Organisasi Kementerian Negara.
      Sejatinya, kebudayaan memang tidak bisa dipisahkan dari pendidikan. Demikian pula sebaliknya, pendidikan tidak bisa dipisahkan dari kebudayaan. Ibarat dua keping mata uang. Yang satu dengan lainnya memiliki makna dan nilai yang sama; tidak bisa dipisahkan karena di dalam proses pendidikan ada penanaman nilai-nilai budaya menyertainya. Sudah tentu tambahan amanah ini jangan diartikan sebagai beban, melainkan sebagai kesempatan untuk menyempurnakan dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya.
      Pada periode tahun 2010 sampai tahun 2035 kita harus melakukan investasi besar-besaran dalam bidang pengembangan sumber daya manusia (SDM) sebagai upaya menyiapkan generasi 2045, yaitu 100 tahun Indonesia merdeka. Oleh karena itu, kita harus menyiapkan akses seluas-luasnya kepada seluruh anak bangsa untuk memasuki dunia pendidikan; mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai ke perguruan tinggi. Tentu perluasan akses tersebut harus diikuti dengan peningkatan kualitas pendidikan, sekalipun kita semua memahami bahwa pendidikan itu adalah sistem rekayasa sosial terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan, keharkatan dan kemartabatan.
      Untuk mempersiapkan generasi emas tersebut, telah disiapkan kebijakan yang sistemiatis, yang memungkinkan terjadinya mobilitas vertikal secara masif. Untuk itu, mulai tahun 2011 telah dilakukan gerakan pendidikan anak usia dini, penuntasan dan peningkatan kualitas pendidikan dasar, penyiapan pendidikan menengah universal (PMU) yang insya Allah akan dimulai tahun 2013.
      ”Semai dan tanamlah biji dari tumbuhan yang kamu miliki meskipun kamu tahu esok akan mati.” dan “Siapa yang menanam, dia yang akan memetik”. Marilah kita berlomba-lomba menanam kebaikan. Insya Allah kita dan anak cucu kita akan memperoleh kebaikan itu”Ungkapnya.(Hms12/Paul).

Berita Terkait