Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WARGA GETASAN GELAR KHAUL SADRANAN

Senin, 28 Mei 2012 Umum
TEMANGGUNG, Warga masyarakat dusun Getasan Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan menggelar tradisi ritual khaul Sadranan Jumat (25/5) berlangsung meriah dan khidmat di rumah kepala desa setempat. Upacara ritual sadranan yang rutin diselenggarakan setahun sekali  pada setiap hari Jum’at  Wage bulan Rojab itu, ditandai dengan membaca doa tahlil dilanjutkan makan bersama (bancaan – red) nasi bucu tenong dan ingkung ayam yang jumlahnya mencapai ratusan  buah.
     Hadir dalam acara tersebut Wakil Bupati Budiarto, Camat Kranggan Agus sujarwo beserta muspika, alim ulama  dan tokoh masyarakat  seta diikuti warga tua muda maupu warga yang ada di perantauan.
     Sesepuh dusun Getasan Kyai Nuryanto menjelaskan, tradisi sadranan  sudah  berlangsung turun temurun  sejak dulu kala. Sadranan diselenggarakan  sebagai ungkapan rasya syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas  berkah, rejeki dan keselamatan yang telah diberikan selama ini, sehingga warga desa bisa hidup  tentram dan sejahtera. Selain itu  juga dimaksudkan untuk mengenang arwah kyai Getas dan para leluhur yang semasa hidupnya telah berjasa merintis  keberadaan dusun.
     “Tradisi sadranan ini juga dimaksudkan sebagai upaya unuk melestarikan tradisi budaya warisan nenek moyang  yang adiluhung. Selain tu juga sebagai wahana mempererat tali silaturahmi antar sesama warga. Bahkan warga yang ada di perantauan menyempatkan pulang kampung ikut nyadran“, ujarnya seraya menambahkan, tradisi sadranan diawali dengan bersih kubur, tahlilan diteruskan makan bersama nasi bucu ingkung ayam.  
     Kepala desa Ngropoh Sunarwoto mengatakan peserta sadranan tidak hanya diikuti warga dusun Getasan  saja namun juga diikuti sejumlah warga luar dusun yang mempunyai leluhur di getasan. Mereka  sambil membawa nasi bucu tenong, ingkung ayam dan aneka jajanan  berdatangan di halaman rumah Kepala Desa  yang dijadikan tempat ritual Sadranan. Seluruh peserta dengan penuh khidmat  duduk berjajar mengikuti seluruh prosesi ritual yang ditandai  bacaan tahlil dan doa bersama, dipimpin ulama  dusun. Seusai doa untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki dari yang maha kuasa,  makanan yang mereka bawa kemudian dinikmati sebagai ungkapan syukur.
     Sementara itu sembari  menikmati makanan,  warga mengambil potongan nasi bucu berikut sebagian lauk pauk dan jajanan untuk diberikan kepada para peminta luar dusun. Dengan pembagian  nasi berkat ini,  sebagai tanda  bahwa seluruh prosesi ritual sadranan  telah selesai. Warga dengan penuh rasa  bahagia meninggalkan tempat ritual   pulang  ke rumah masing-masing guna beraktifitas  kembali sebagaimana biasanya“, tandasnya seraya menambahkan selepas sholat Jum’at akan digelar  wayang ul semalam suntuk.
     Wakil Bupati Budiarto meminta tradisi sadranan  terus dilestarikan  di masa-masa mendatang sebagai warisan budaya dari nenek moyang. Diutarakan, melalui penyelenggaraan ritual sadranan  masyarakat semakin guyub, tata tentrem kerta raharja gemah ripah loh jinawi, sejahtera lahir batin. Selain itu ditekankan terus giat membangun utamanya sektor pertanian sebagaimana yang pernah dicanangkan untuk menjadikan  desa Ngropoh  menjadi sentra buah durian  unggul  (Hms12/Edy Laks).

Berita Terkait