Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

BETERNAK SAPI MENJANJIKAN

Kamis, 06 Agustus 2009 Pertanian dan Perkebunan
BETERNAK SAPI  MENJANJIKAN KEUNTUNGAN BESAR

TEMANGGUNG, Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi mengemukakan, usaha peternakan  sapi  menjanjikan keuntungan yang lumayan  besar manakala dikelola secara  baik dan benar. Dengan demikian  melalui kegiatan usaha peternakan warga berpeluang mendapat penghasilan guna meningkatkan kesejahteraannya.
     Hal itu dikatakan Bupati disela-sela meninjau panen sapi hasil program Inseminasi Buatan ( IB ) di Desa Keblukan Kecamatan Kaloran Selasa ( 4/8 ) Selain itu juga meninjaun beberapa usaha peternakan  sapi milik warga di Desa Klepu dan Desa Sanggarahan Kecamatan Kranggan. Dalam peninjaua tersebut Bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan dr Hewan  Wisnu Wihadi dan Camat Kaloran Witarso, S Sos serta Camat Kranggan Drs. Satriya Indra Basuki, S Sos. Usaha peternakan yang ditinjau meliputi budidaya pembibitan sapi Kelompok Tani Ternak Ngudi Makmur Keblukan, Ngudi Raharjo Klepu  dan Sumber Makmur Sanggarahan.
     “Usaha  peternakan  pembibitan  sapi  pada dasarnya menjanjikan keuntungan  yang lumayan  besar,  apabila dikelola   secara sungguh-sungguh  sesuai  aturan  cara beternak yang benar. Melalui usaha peternakan  akan memperoleh  keuntungan ganda yakni disamping  hewan ternak  yang bisa dijual, juga  menghasilkan pupuk kandang  untuk memupuk berbagai tanaman pertanian“ Ujarnya seraya menambahkan menyambut positif  program Inseminasi Buatan, sehingga menghasilkan sapi ungulan seperti simental dan limusin.
     Menurut Bupati, sektor peternakan  merupakan peluang  usaha yang memiliki prospek  cerah untuk terus dibudidayakan oleh warga masyarakat . Oleh karena itu  kepada warga masyarakat khususnya dipedasaan  yang saat ini sudah memiliki usaha peternakan seperti sapi dan domba  hendaknya  terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah. Sedang bagi warga yang belum tertarik  dibidang peternakan, diharapkan  mulai  merintis usaha tersebut  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan.
     Sementara itu ketua Kelompok Tani Ternak Ngudi Makmur Rokib  menuturkan,  usaha pembibitan  sapi  yang dikelola sebanyak 150 ekor sapi betina. Saat ini sebagian indukan sudah menghasilkan beberapa ekor anak sapi unggulan setelah dikawin suntik/ Inseminasi Buatan. Dikatakan, melihat keberhasilan program Inseminasi Buatan, maka program tersebut terus dikembangkan  agar populasi ternak semakin bertambah banyak.
     “Melalui Inseminasi Buatan, sapi betina cepat bunting dan menghasilkan bibit sapi unggul seperti simental dan limusin. Anakan sapi hasil IB berumur 5 bulan saja  laku Rp.5 juta  dan yang sudah besar mencapai Rp.15 juta“ tuturnya seraya mengatakan , biaya sekali IB Rp. 50 ribu.
     Hal senada juga dituturkan Suroso ketua Kelompok Tani ternak Ngudi Raharjo, budidaya ternak sapi  yang dilakukan selama ini telah medatangkan keuntungan  untuk menambah kesejahteraan. Diungkapkan pada awalnya ternak sapi yang dikembangkan berupa sapi kereman atau penggemukan. Namun dalam perkembangannya dirasakan kurang menguntungkan, sehingga sejak dua tahun lalu beralih menjadi usaha pembibitan. Diungkapkan, jumlah anggota kelompok saat ini ada 30 orang  dan indukan sapi betina yang dipelihara semula hanya beberapa ekor saja,  namun sekarang sudah berkembang menjadi puluhan ekor. Rata–rata setiap anggota memiliki 2 hingga 4 ekor sapi. 
     “Para anggota memelihara sapi secara bersama-sama dalam kandang kelompok sehingga lebih efektif dan efisien serta secara berkala mendapat pembinaan PPL peternakan. Untuk menghasilkan bibit sapi unggul, semua sapi betina dikawin suntik. Rata-rata anakan sapi berumur 5 bulan bisa terjual seharga Rp. 5 juta” ujarnya.( Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait