Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

USAHA PETERNAKAN

Jumat, 08 Mei 2009 Pertanian dan Perkebunan
Usaha Peternakan Menjanjikan Keuntungan

Temanggung- Bupati Temanggung Drs. Hasyim Afandi mengemukakan, usaha peternakan  sapi  maupun domba menjanjikan keuntungan yang lumayan  besar manakala dikelola secara  baik dan benar. Dengan demikian  melalui kegiatan usaha peternakan warga berpeluang mendapat penghasilan guna meningkatkan kesejahteraannya.
    Hal itu dikatakan Bupati disela-sela meninjau beberapa usaha peternakan  sapi dan  domba  milik warga di Desa Pagergunung dan Desa Rejosari Kecamatan Pringsurat Kamis kemarin (7/5).   Dalam peninjaua tersebut Bupati didampingi Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan dr Hewan  Wisnu Wihadi dan Camat Pringsurat Sukarsono, S Sos. Usaha peternakan yang ditinjau meliputi budidaya pembesaran dan penggemukan sapi  milik Mulasin  dan peternakan domba lokal milik  Kunto Hadi   yang keduanya  warga Desa Pagergunung . Selain itu juga  meninjau  usaha ternak domba merino milik Sukardi warga Desa Rejosari.
    “ Usaha  peternakan  seperti  pembesaran dan penggemukan sapi  pada dasarnya menjanjikan keuntungan  yang lumayan  besar,  apabila dikelola   secara sungguh-sungguh  sesuai  aturan  cara beternak yang benar. Melalui usaha peternakan  akan memperoleh  keuntungan ganda yakni disamping  hewan ternak  yang bisa dijual, juga  menghasilkan pupuk kandang  untuk memupuk berbagai tanaman pertanian “ Ujarnya.
    Menurut Bupati, sektor peternakan  merupakan peluang  usaha yang memiliki prospek  cerah untuk terus dibudidayakan oleh warga masyarakat . Oleh karena itu  kepada warga masyarakat khususnya dipedasaan  yang saat ini sudah memiliki usaha peternakan seperti sapi dan domba  hendaknya  terus dikembangkan agar populasinya terus bertambah. Sedang bagi warga yang belum tertarik  dibidang peternakan, diharapkan  mulai  merintis usaha tersebut  sebagai upaya untuk meningkatkan kesejahteraan .
    Sementara itu Mulasin  menuturkan,  usaha pembesaran dan penggemukan sapi pada awalnya  hanya membutuhkan modal  Rp.28 juta untuk membeli beberapa ekor bibit sapi dan membuat kandang . Dalam kurun waktu  2 tahun   usaha tersebut  ternyata bisa berjalan  sehingga dari modal Rp.28 juta sekarang sudah berkembang menjadi Rp.100 juta.Dia mencontohkan  rata-rata setiap ekor anak sapi   yang dibeli dengan harga Rp.3 juta  setelah dipelihara selama 2 bulan bisa laku Rp.6 juta . Saat ini jumlah sapi yang dimiliki  sebanyak  8 ekor dan 3 diantaranya  sedang bunting besar bahkan  ada yang ditawar Rp.20 juta.
Hal senada juga dituturkan Sukardi, budidaya ternak domba yang dilakukan selama ini telah medatangkan keuntungan  untuk menambah kesejahteraan . Diungkapkan  jenis domba merino yang dikembangkan  pada awalnya hanya beberapa ekor namun sekarang sudah berkembang menjadi puluhan ekor   bahkan  sudah bisa menjual . Untuk pejantan  ujar dia, harganya bisa mencapai Rp.3 juta  dan yang masih tergolong anakan  umur 4 bulan  laku Rp.1,5 juta.
Demikian halnya Kunto Hadi , usaha ternak domba lokal yang dipelihara dikandang belakang rumah tinggalnya  telah menopang kehidupannya. Domba yang dipelihara  semula hanya  sedikit , namun sekarang sudah berkembang menjadi banyak sehingga  selain disisakan untuik indukkan, sebagian sudah bisa dijual. Rata-rata  setiap ekor pejantan  bisa laku antara Rp.700 ribu hingga Rp. 900 ribu , betina  antara Rp.500 ribu hingga rp.700 ribu . dan yang masih kecil laku Rp.200.000 . ( Edy Laks)

Berita Terkait