Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

JELANG RAMADAHAN WARGA PETE RITUAL NYADRAN

Sabtu, 16 Juni 2012 Umum
TEMANGGUNG, Menjelang datangnya bulan suci Ramadhan tahun 2012  Warga Dusun Pete, Desa Kembangsari, Kecamatan Kandangan, merayakan tradisi nyadran dengan menyembelih 105 ekor kambing, Jumat kemarin (15/6).
     Ritual diawali kirab mengelilingi dusun dengan membawa tumpeng "argodugo", parang "Joyokusumo", dan sejumlah kambing yang akan disembelih.
     Kirab dimulai dari depan Masjid Baitul Rahman, Dusun Pete, menuju lokasi makam dipimpin Kepala Desa Kembangsari, Sutiyo. Ia mengenakan pakaian adat Jawa menaiki seekor kuda diiringi para pemuda pembawa tombak.
     Sesampainya di depan pintu gerbang makam ia menyerahkan parang Joyokusumo kepada juru kunci makam. Parang digunakan untuk penyembelihan kambing.
     Acara penyembelihan kambing dilakukan di sekitar makam Kiai Kramat dan Kiai Yudokusumo yang diyakini merupakan leluhur warga Dusun Pete. Setelah disembelih, daging kambing langsung dimasak bersama di tempat itu menggunakan kayu bakar.Di sela penyembelihan kambing, tumpeng argodugo yang berisi nasi, hasil bumi seperti sayur mayur, buah-buahan, dan padi diperebutkan pengunjung.
     Ketua panitia nyadran Cipto Ridoyo mengatakan tradisi tersebut dilakukan setiap dua tahun sekali pada bulan Ruwah (Syaban) di hari Jumat Kliwon. Warga yang menyumbang kambing untuk disembelih di acara itu merupakan masyarakat yang mempunyai nazar dan banyak rezeki.Para penyumbang kambing dari desa itu dan desa lain di wilayah Temanggung. Selanjutnya, daging kambing yang sudah dimasak dibagikan kepada masyarakat sekitar.   
     "Sesuai kepercayaan,  daging kambing tidak boleh dibagikan dalam bentuk mentah, namun  harus di masak setengah matang  di sekitar makam," tuturnya seraya menambahkan tradisi ritual nyadran mendapat perhatian ribuan warga.(Hms12/Edy Laks).

Berita Terkait