Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

10 RIBU BOTOL MIRAS DIMUSNAHKAN

Sabtu, 04 Agustus 2012 Umum
TEMANGGUNG, Sebanyak 10 ribu botol minuman keras dan 60.000 biji petasan   hasil operasi Pekat Candi 2012  dimusnahkan  di halaman Polres Temanggung Kamis  (2/8). Selain itu juga dimusnahkan 26 botol minuman keras hasil pengawasan peredaran barang  yang dilaksanakan Dinas Perindustrian, Perdagangan dan koperasi  di sejumlah tempat.
    Pemusnahan dilakukan dengan  digilas mesin  stomwales diawali  memecah botol miras oleh Bupati, Komandan Kodim, Wakapolres dan Wakil Bupati. Selain itu juga dilakukan penandatanganan berita acara pemusnahan oleh Wakapolres Komisaris Polisi Budi Priyanto dan Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan koperasi  Rony Nurhastuti.
    Wakapolres  Budi Priyanto menjelaskan, 10.000 botol minuman keras  berbagai merk yang dimusnahkan merupakan hasil operasi Pekat Candi 2012 yang disita dari sejumlah pedagang  di beberapa tempat. Operasi Pekat Candi dilakukan dengan sasaran  razia minuman keras, narkoba, petasan dan prostitusi  serta perjudian. Hal itu bertujuan untuk menciptakan rasa aman dan nyaman selama bulan suci Ramadhan.
    Diutarakan, berbagai bentuk tindak kejahatan pada umumnya diawali dengan mengkonsumsi minman keras. Oleh karena itu pihaknya akan terus menggalakkan   operasi guna menekan serendah mungkin peredaran miras. Sedang untuk sasaran prostitusi  berhasl menangkap  sejumlah pasangan mesum dari  berbagai hotel dan yang lebih mempihatinkan dari pasangan yang ditangkap ada yang berusia 61 tahun.
    Bupati Hasyim Afandi dalam sambutannya memberikan apresias yang tinggi kepada Polres Temanggung atas keberhasilannya  menyita  ribuan botol miras dan puluhan ribu petasan  dalam operasi Pekat Candi 2012.  Diharapkan  operasi  tersebut tidak hanya dilakukan setiap  menjelang Lebaran saja, namun sedikitnya 2 kali  dalam setahun sehingga  peredarannya  bisa  diminimalisir. Menurutnya peredaran miras  sudah menjangkau anak-anak  SD. Dia mencontohkan  ada murid  kelas 2 SD di Parakan  yang tetidur di sekolahan hingga saat pulang sekolah. Ketika dibangunkan dia mengaku habis minum e cola yang dicampur bodrex.
    Sungguh tak menyangka  anak SD kelas 2 sudah kenal miras. Hal ini menjadi keprihatinan kita bersama untuk membentengianak-anak dari pengaruh  minuman keras dengan lebih menggalakkan pembangunan karakter bangsa  tandasnya  seraya menambahkan ibarat fenomena gunung es, hasil operasi hanya  di permukaannya saja,  sudah barang tentu di lapisan dasar masih banyak yang mesti diberantas.(Hms12/Edy Laks).      

Berita Terkait