Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PETANI RUGI JUTAAN RUPIAH

Selasa, 12 Mei 2009 Pertanian dan Perkebunan
PULUHAN HEKTAR TANAMAN PADI ROBOH DITERJANG ANGIN, PETANI RUGI JUTAAN RUPIAH

TEMANGGUNG, Puluhan hektar tanaman padi siap panen di wilayah Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung dalam bebarapa hari terakhir ini  roboh diterjang angin kencang. Akibatnya tanaman padi yang menjelang  siap panen  rusak berserakan  sehingga  petani merugi jutaan rupiah.
     “Serangan angin yang bertiup cukup kencang  dalam beberapa hari belakangan ini  berlangsung sangat cepat. Tanaman padi yang sebelumnya tegak berdiri tiba-tiba roboh  tidak kuat menahan angin.Akibatnya tanaman menjadi rusak, tak pelak petani mengalami kerugian jutaan rupiah “tutur Sarno (50) th salah seorang petani di Desa Badran Kranggan.
     Dia mengutarakan, tanaman padi  yang diserang angin  cukup luas  mencapai puluhan hektar. Rata-rata  usia tanaman berkisar antara 70 hingga 80 hari, buah biji padi sebenarnya sudah mulai menguning  dan  diperkirakan  20 hingga 30 hari lagi sudah bisa dipanen. Akan tetapi lanjutnya, dalam beberapa hari belakangan ini ada serangan angin yang bertiup cukup kencang mengakibatkan  tanaman roboh  rata dengan tanah. Dia mengungkapkan   rata-rata tanaman padi yang ditanam  varietas jenis unggul seperti IR 46, Cisanggarung maupun Pandanwangi  yang batang pohonnya cukup kokoh. Jika tiupan angin tidak terlalu kencang ujarnya, sebenarnya tanaman padi cukup kuat menahan angin. Namun  serangan angin belakangan ini sangat kencang  sehingga tetap saja tidak kuat hingga roboh.
     Dalno  (55) th petani lain  menuturkan  mengaku pasrah atas musibah  alam  serangan angin kencang  yang mengakibatkan  tanaman padi miliknya  rusak berat. Upaya untuk menekan angka  kerugian, tanaman padi yang sudah roboh ditegakkan kembali dengan cara diikat  tali. Dengan cara itu  diharapkan tanaman padi tidak menjadi mati dan membusuk  sehingga masih bisa diselamatkan untuk dipanen. Meski demikian  untaian biji padi yang sudah mulai menguning tetap saja banyak yang rontok. Akibatnya  secara otomatis  pada saat panen nanti produksi padi menurun  drastis.
     “Satu-satunya cara yang ditempuh  petani yakni dengan menegakkan kembali tanaman padi yang roboh  lalu diikat tali. Hal ini dilakukan agar tanaman padi masih ada yang tersisa untuk bisa dipanen, namun tetap saja petani merugi  karena buah padi yang bisa dipanen nanti tinggal sedikit paling hanya separonya saja jika tidak rusak diterpa angin“ tuturnya  seraya menambahkan  berharap tidak ada serangan angin susulan, agar tanaman padi yang sudah ditegakkan tidak roboh lagi.
     Sementara itu dari Kantor Kesbangpol dan Linmas diperoleh keterangan, wilayah Kecamatan Kranggan termasuk  daerah rawan serangan angin kencang. selain Kranggan beberapa Kecamatan lain tergolong rawan angin kencang yakni Kecamatan  Temanggung, Tembarak, Pringsurat, Tlogomulyo, Bulu, Kedu, kaloran, Keldung, Bansari dan Bejen. (Hms/Edy Laks)

Berita Terkait