Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PAGUYUBAN KEK GELAR HALAL BIL HALAL

Senin, 10 September 2012 Keagamaan
TEMANGGUNG, Karyawan/karyawati  yang tergabung dalam paguyuban Komisi Ekonomi Kecamatan (KEK)  se Kabupaten Temanggung  Sabtu kemarin (8/9) menggelar acara halal bil halal di kampoeng sawah Manding Temanggung. Acara tersebut dihadiri Bupati, Ketua Bappeda dan pejabat terkait serta diikuti para pengelola KEK dari 20 Kecamatan.
    Koordinator KEK Jono mengatakan, halal bil halal dilaksanakan bertujuan untuk membangun komunikasi dan silaturahmi antar karyawan agar semakin akrab. Dengan demikian  terwujud hubungan yang harmonis  dan saling mendukung sehingga  pengelolaan KEK bisa berjalan efektif dan efisien. Diutarakan selama ini KEK telah berkiprah  sebagai lembaga perkreditan keuangan mikro guna mendukung pengembangan ekonomi pedesaan sesuai potensi ekonomi   masing-masing kecamatan.
    “Melalui pelaksanaan  Halal Bil Halal ini diharapkan menjadi titik pangkal  untuk melangkah lebih baik, sehingga  keberadaan KEK  bisa maju dan berkembang“ ujarnya.
    Ketua Bappeda Bambang Dewantoro mengemukakan, KEK butuh dorongan dengan menambah alokasi anggaran permodalan  sehingga  aktifitas  usahanya lebih leluasa bergerak. Oleh karena itu status hukum kelembagaan KEK harus jelas sehingga kelak memungkinkan  mendapatkan dana hibah dari Pemerintah. Komisi Ekonomi Kecamatan lanjutnya adalah komisi independen, non PNS yang merupakan mitra pemerintah dalam mengelola dana Pagu wilayah kecamatan (PWK).
    “Dengan dilandasi semangat keja keras, cerdas, jujur dan tidak korupsi dharapkan KEK mampu menjalankan peran dan fungsinya, dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan” tandasnya.
        Bupati Hasyim Afandi dalam sambutannya  mengatakan, KEK sebagai lembaga keuangan mikro  bisa berkembang manakala  dikelola seimbang antara   kekuatan rasio dan emosional. Oleh karena itu hendaknya managemen   terus dimantapkan sehingga keberadaannya semakin professional, solid dan mandiri.
    “KEK  disamping  membantu  kredit modal usaha ekonomi  produktif, juga diharapkan bisa berbuat lebih  terutama dalam mengubah min set      masyarakat  agar lebih  produktif “  pintanya.
    Dia mencontohkan dibidang pertanian  masih ada   petani yang tak  mau menanam  bibit unggul  sesuai perkembangan teknologi pertanian. Demikian halnya pada jenis usaha lain  kebanyakan  belum mau  menggunakan cara-cara modern, masih terjabak pada pola lama sehingga sulit berkembang. Hal ini mestinya ditangkap KEK agar ada perubahan min set kearah yang lebih  baik dan profesional. 
    Terkait dengan halal bil halal, menurut Hasyim  merupakan wahana efektif untuk saling memaafkan satu sama lain. Segala sesuatu dilihat  secara positif dan ada yang mau mengalah  sehingga dalam berinteraksi sosial  tercipta   
harmonisasi. Diungkapkan  perspektif maaf  memiliki dua makna, yakni maaf secara internal  memberi maaf  kepada diri sendiri  atas kesalahan yang diperbuat untuk tidak diulangi lagi. Perspektif  eksternal yakni  memohon maaf kepada Tuhan Allah SWT dan  kepada orang lain.(Hms12/edy Laks)

Berita Terkait