Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENGRAJIN KERANJANG JELANG PANEN TEMBAKAU

Jumat, 12 Juni 2009 Perekonomian
JELANG PANEN TEMBAKAU, PENGRAJIN SIBUK MEMBUAT KERANJANG

TEMANGGUNG, Menjelang musim panen tembakau  tahun ini, sejumlah warga di wilayah kecamatan Kedu dan Kandangan  Kabupaten Temanggung Jawa Tengah  sudah memulai membuat keranjang. Pekerjaan musiman ini selalu dikerjakan setiap musim tembakau  untuk menambah pendapatan keluarga.
     Kesibukan warga  yang menjadi perajin keranjang tembakau mulai nampak  sepekan belakangan ini. Mereka mulai menyiapkan segala sesuatu untuk keperluan membuat keranjang. Bambu yang menjadi bahan dasar,  mulai didatangkan dari daerah sentra pohon bambu seperti dari Kaloran dan Kranggan yang juga masih masuk wilayah Kabupaten Temanggung. Bahkan juga mendatangkan dari luar daerah seperti dari Kabupaten Magelang dan Kabupaten Semarang.
     Ratusan pohon bambu selanjutnya dipotong menjadi beberapa bagian, kemudian dibelah tipis-tipis  untuk dihaluskan sehingga siap dirakit menjadi keranjang tembakau. Proses membuat keranjang memang relative sederhana. rata-rata setiap perajin dalam sehari bisa memproduksi 2 buah keranjang. Bahkan yang sudah tergolong terampil mampu membuat 3 hingga 4 buah keranjang. 
     Solihin salah seorang perajin warga dusun Gintung Desa Ngadimulyo Kecamatan Kedu Kamis kemarin (11/6)  menuturkan, sudah satu minggu ini mulai sibuk membuat keranjang. Bambu  sebagai bahan baku didatangkan dari Kaloran. Selanjutnya  bambu dipotong-potong sesuai kebutuhan, kemudian dibelah menjadi beberapa bagian  untuk  dihaluskan. Proses selanjutnya dirakit menjadi keranjang.
     “Setelah dipotong-potong,  bambu  dibelah-belah  menjadi  dua  jenis yakni  berukuran lebar dan tebal serta berukuran kecil dan tipis. Kemudian belahan bambu tersebut dihaluskan dengan parang, proses selanjutnya tinggal dirakit menjadi keranjang untuk  tempat tembakau“ tuturnya.
     Sementara itu  rekannya, Jumanto mengutarakan, pekerjaan membuat keranjang tembakau sudah dilakukan  bertahun-tahun sebelum berkeluarga . Setiap  datang musim tembakau, ia dibantu isteri dan saudara selalu membuat keranjang  untuk menambah penghasilan  keluarga. Setiap hari mampu membuat keranjang sebanyak 10 buah.
     Bagi dirinya, membuat keranjang  memberikan keuntungan lumayan untuk menunjang kebutuhan hidup sehari-hari. Satu kepok keranjang berisi dua buah saat ini sudah laku  Rp. 20.000 alias satu buahnya dijual dengan harga Rp. 10.000. Sementara  bambu yang menjadi bahan dasar, satu batangnya  dibeli seharga Rp. 8.000. Setiap satu batang lanjut dia  setelah di olah bisa menjadi 3 buah keranjang,  seharga Rp. 30.000, sehingga  satu batang bambu menghasiklkan keuntungan Rp. 22.000.
     “Satu batang mambu  seharga Rp. 8.000, setelah diolah rata-rata menjadi 3 buah keranjang  senilai Rp. 30.000. Keuntungan membuat keranjang  sekitar Rp. 22.000 per batang bambu. Biasanya  kalau tembakau ramai, harga jualpun semakin tinggi mencapai Rp. 20.000 perbuah, sehingga keuntungan bertambah banyak” ujar dia  disela-sela menghaluskan belahan bambu  seraya menambahkan,  pemasaran keranjang  relatif gampang karena  langsung diambil pedagang pengepul.(Hms/Edy Laks)

Berita Terkait