Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TMMD SIDOHARJO HEMAT RP. 152 JUTA

Rabu, 31 Oktober 2012 Sosial
TEMANGGUNG, Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2012 di Desa  Sidoharjo Kecamatan Candiroto, selasa kemarin (30/10) telah ditutup. TMMD yang dilasanakan KODIM 0706 Temanggung  selama 21 hari efektif mulai tanggal 10  s/d 30 Oktober 2012 mampu menghemat aggaran Rp.152 juta.  Sasaran proyek menggarap  jembatan,terasahan jalan, rehab rumah tidak layak huni  dan pelebaran jalan. 
     Upacara penutupan  berlangsung di  lapangan desa setempat dengan inspektur upacara kapolres AKBP Susilo Wardono dihadiri Pejabat Forum Kumunikasi Pimpinan daerah, wakil Bupati  dan pejabat terkait. Upacara penutupan  ditandai dengan penyerahan kembali alat kerja dari personil pelaksana, dan  penandatanganan berita acara serah terima proyek oleh Kapolres Susilo Wardono  kepada Dandim Letkol Gardito Herikuncahyono. Seusai upacara dilanjutkan  peresmian jembatan  ditandai pemotongan tumpeng, pennada tanganan batu prasasti dan pengguntingan  pita oleh Wakil Bupati Budiarto.
     Kapten Muhaimin selaku perwira kegiatan  dalam laporannya mengatakan, TMMD menggarap pembangunan jembatan  dengan ukuran panjang  16 meter lebar 5 meter dan tinggi 5,6 meter. Disamping itu menggarap terasahan jalan panjang 100 m lebar 5 meter, rehab rumah tidak layak huni 5 unit  dan pelabaran  jalan  panjang 500 meter lebar 5 meter. Diutarakan untuk menggarap seluruh sasaran proyek menghabiskan anggaran sebesar Rp. 497.648.250 yang bersumber dari APBD Propinsi Jateng Rp. 120.000.000, APBD Kabupten Rp. 195.149.000 dan swadaya masyarakat Rp.182.499.250.
     “Proyek tersebut jika diborongkan diperkirakan menghabiskan biaya Rp. 650.000.000, namun melalui TMMD yang dilaksanakan secara bergotong –royong  oleh TNI dan warga masyarakat hanya menelan  biaya Rp. Diutarakan untuk menggarap seluruh sasaran proyek diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp. 497.648.250, sehingga menghemat biaya  Rp.152 juta”  tandasnya.
     Selain menggarapa sasaran fisik, TMMD juga melaksanakan sasaran non fisik  yang dilaksanakan oleh interdep dari departemen secara terpadu .Kegiatan berupa peningkatan/pengetahuan UU No 22 th 2009, narkoba, teroris, bintibmas, pertanian dan perkebunan, kesehatan, keluarga berencana,  wawasan kebangsaan dan bela Negara. Dikatakan untuk melaksanakan  kegiatan TMMD, setiap harinya dikerahkan sedikitnya  224personil. Mereka terdiri dari TNI Kodim, Dan satgas dan Staf Satgas, POLRES, Hansip, Tim asistensi/penyuluh dan masyarakat.
     Komandan kodim  Gardito Herikuncahyono  mengatakan, dipilihnya desa Sidoharjo sebagai ajang TMMD  karena  masyarakat sangat membutuhkan  sarana jalan dan jembatan yang memadai  guna menunjang kelancaran transportasi. Selama ini jalan yang tersedia hanya berupa jalan tanah  dan harus  menyebrang sungai bila akan bepergian  sawah ataupun ke luar desa karena belum ada jembatan.  Diutarakan, dengan belum  adanya  jalan trasahan dan jembatan, warga desa mengalami kesulitan bila akan berladang atau menggarap sawah maupun membawa pulang hasil panenan berbagai komoditas pertanian. Mereka terpaksa harus berjalan kaki  dan menyebrang sungai karena jalan yang ada berupa jalan setapak dan sempit sehingga  tidak bisa dilalui kendaraan. Lebih-lebih bila musim penghujan jalan menjadi licin dan tidak bisa menyebrang sungai karena banjir.
     “Dengan selesainya pengerasan jalan dan pembangunan jembatan serta senderan, warga kini tidak mengalami kesulitan lagi untuk membawa segala kebutuhan  pertanian  ke ladang, karena jalannya sekarang sudah bisa dilalui sepeda motor maupun mobil. Dengan demikian arus transportasi perekonomian menjadi lancar“ tandasnya.
     Wakil Bupati Budiarto  mengharapkan  berbagai proyek TMMD yang telah selesai dikerjakan  hendaknya dirawat dengan sebaik-baiknya  agar  bisa dimanfaatkan selama-lamanya.(Hms12/Edy Laks)

Berita Terkait