Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WARGA SUKOMARTO GELAR BUDAYA RELIGI

Selasa, 29 Januari 2013 Umum
TEMANGGUNG, Warga masyarakat Desa Sukomarto Kecamatan Jumo menggelar tradisi ritual grebek budaya religi  Minggu kemarin   (27/1) berlangsung meriah dan khidmat di komplek makam Sayyid Abdurrahman desa setempat. Upacara ritual tersebut  yang rutin diselenggarakan setahun sekali  pada setiap bulan Maulud  itu, ditandai dengan kirab  jajaran Pemerintahan Desa, gunungan  hasil bumi, replika gunungan nasi, replika bebek dan masyarakat pembawa  nasi tumpeng  dan ingkung bebek serta berbagai kesenian tradisional.
     Iring-iringan kirab diberangkatkan dari balai desa dipimpin langsung oleh kepala desa Miftahudin menuju   makam Sayyid Abdurrahman  diawali dengan  pembacaan doa. Disepanjang rute pejalanan, peserta kirab mendapat sambutan hangat warga masyarakat. Sesampainya di komplek makam, gunungan  hasil bumi diletakkan di halaman makam. Sedang nasi tumpeng ingkung bebek yang jumlahnya sekitar 1000 ditata di komplek makam  untuk sedekah massal. Setelah seluruh peserta kirab tiba, kemudian dilakukan doa dan tahlil di cungkup makam  Sayyid Abdurrahman dipimpin  Habib Muhammad Bin Ali Bin Agil dari Ampel Surabaya.  Seusai doa, gunungan diperebutkan oleh masarakat dilanjutkan sedekah massal dengan makan bersama nasi tumpeng ingkung bebek.
     Kepala Desa Sukomarto Miftahudin menjelaskan, grebek budaya religi  sudah  berlangsung  2  kali sejak tahun 2012  dan akan dilaksanakan secara rutin pad tahun-tahun mendatang. Sedang khoul massal dan sedekah massal sudah dilakukan turun temurun  sejak dulu kala. Tradisi tersebut  diselenggarakan  sebagai ungkapan rasya syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas  berkah, rejeki dan keselamatan yang telah diberikan selama ini, sehingga warga desa bisa hidup  tentram dan sejahtera. Selain itu  juga dimaksudkan untuk mengenang arwah Sayyid Abdurrahman  dan  para leluhur yang semasa hidupnya telah berjasa mengembangkan syiar Islam dan merintis  usaha pertanian dan peternakan bebek  sebagai andalan mata pencaharian kehidupan warga.
     “Tradisi grebek budaya religi  ini juga dimaksudkan sebagai upaya unuk melestarikan tradisi budaya warisan nenek moyang  yang adiluhung. Selain tu juga sebagai wahana mempererat tali silaturahmi sekalgus mempersiapkan  Desa Sukomarto sebagai Desa Wisata Budaya Religi“, ujarnya.
     Diutarkan, penduduk  desa Sukomarto  berjumlah  2.360 jiwa 635 KK tersebar  di 6 dusun, 4 RW dan 16 RT  termasuk kategori masyarakat agraris religius. Potensi  ekonomi yang dimiliki  selain  tersedia lahan pertanian yang subur, juga  mayoritas warga memelihara ternak bebek bentisan. Disamping itu  juga memiliki adat budaya ziarah  kubur, sodaqoh massal tiap malam Jum’at Legi, bersih deso, sodaqoh tolak balak, sadranan, khoul, kirim doa dan tumpengan. Sedang potensi kesenian  meliputi  kuda lumping, warokan, kubro siswo, dayaan, bantulan, zanzanen, mauludan, rebana  dan ringgitan.
     “Hingga saat ini  masyarakat  mempercayai bebek bentisan  merupakan peninggalan  Sayyid Abdurrahman  yang juga diyakini seorang waliyullah yang mempunyai karomah sangat besar. Beliau mengembangkan Islam melalui pendekatan budaya, pertanian dan peternakan” tandasnya  seraya menambahkan, telur bebek bentisan  banyak diminati  karena selain telurnya besar, kuning telurnya  mantap dan padat.
     Secara keseluruhan acara grebek budaya religi  berlangsung  lancar dimeriahkan,  aneka lomba seperti panjat pinang, tarik tambang, lari marathon, turnamen sepakbola  dan balapan bebek. Selain itu juga diselenggarakan  khoul massal,  tahlil kubro, pengajian akbar dan aneka pentas senin serta wayang kulit 2 hari.(Hms13/Edy Laks)

Berita Terkait