Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KPPS DIBIMBING LANGSUNG KPU

Selasa, 16 Juni 2009 Politik
AGAR TIDAK MEMBUAT KESALAHAN, KPPS DIBIMBING LANGSUNG KPU

TEMANGGUNG, Agar Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tidak melakukan kesalahan teknis seperti yang pernah terjadi dalam Pemilu Legislatif lalu.
KPU Kabupaten Temanggung akan memberikan bimbingan langsung kepada perwakilan anggota (KPPS) yang akan bertugas di masing-masing TPS, pada Pilpres 8 Juli nanti.
     Hal itu dikemukakan ketua KPU Drs. Sujatmiko pada acara sosialisasi Pilpres 2009 untuk pemilih pemula, di Graha Bumi Phala, Kantor Setda, Senin (15/6) kemarin. sosialisasi diikuti sekitar dua ratusan pelajar dari perwakilan SMA atau sederajat di Kabupaten Temanggung, yang merupakan calon pemilih dalam Pilpres nanti. Mereka datang dalam acara tersebut, dengan didampingi guru pembinanya.
     ''Kami mengakui, dalam Pemilu Legislatif lalu masih ada kesalahan-kesalahan yang dilakukan    beberapa petugas KPPS, karena itu kami akan berupaya memperbaikinya,''katanya
     Dia mengungkapkan rencana melakukan bimbingan kepada KPPS tersebut, setelah salah seorang peserta sosialisasi memepertanyakan kinerja dari anggota KPPS dalam Pemilu Legislatif. Pelajar dari salah satu sekolahan di Parakan tersebut melihat, ketika menjalankan tugasnya, ada anggota KPPS yang belum melaksanakan sebagaimana ketentuan yang berlaku.
     Sedangkan alasan lain yang menjadikan petugas KPPS kurang cakap dalam bekerja, karena minimnya SDM yang mau dan dinilai mampu untuk menjadi KPPS. Hal tersebut terbukti, di sejumlah desa ada yang baru beberapa hari menjelang hari ''H'' Pemilu terbentuk KPPS, lantaran kesulitan mencari personelnya.
     ''Karena waktunya yang sangat singkat, maka bimbingan atau pembekalan kepada anggota KPPS  lalu menjadi kurang optimal. Mudah-mudahan hal tersebut tidak terjadi lagi untuk Pilpres ini,''tuturnya.
     Sementara itu anggota KPU Yami Blumut mengutarakan, dalam sosialisasi muncul beragam Pertanyaan seputar pelaksanaan kampanye . Diantaranya mempertanyakan alasan aturan dilarangnya mengikutsertakan anak-anak di bawah umur dalam kampanye. Juga, larangan bagi PNS menghadiri kampanye menggunakan atribut yang biasa dipakainya dalam bekerja.
     Di samping itu, ada pula permintaan dari seorang siswa, agar capres cawapres dapat melakukan kampanye di sekolahan-sekolahan, dengan dikemas melalui kegiatan diskusi atau seminar. Namun demikian, usulan-usulan tersebut tetap tidak mungkin dilaksanakan karena melanggar ketentuan aturan kampanye pemilu.
     ''Larangan-larangan tersebut merupakan ketentuan undang-undang, termasuk larangan untuk kampanye di lembaga pendidikan, sehingga capres cawapres yang melanggaranya bisa dikenai sanksi,''kata Yami, yang menjadi pembicara bersama ketua dan anggota KPU Kabupaten lainnya.
     Menutup sosialisasi Pilpres 2009 untuk pemilih pemula, dilombakan kampanye debat 3 pasangan capres cawapres, yang diperankan oleh perwakilan pelajar peserta sosialisasi. Masing-masing pasangan Capres Cawapres  memaparkan visi dan misinya secara lugas yang mendapat sambutan hangat seluruh peserta sosialisasi.(Hms/Edy Laks)

Berita Terkait