Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KARTINI INSPIRASI PENDIDIKAN

Senin, 22 April 2013 Umum
Temanggung, Raden Ajeng Kartini menjadi inspirasi di bidang pendidikan, karena melalui perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat goresan penanya semasa hidup yang kita kenal dengan buku “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”.
     Hal itu dikemukakan Bupati Hasyim Afandi dalam sambutannya yang disampaikan ketika bertidak sebagai Pembina apel pagi dikaitkan dengan peringatan Hari Kartini Senin (22/4) di halaman setda kabupaten Temanggung. Apel pagi selain diikuti jajaran pimpinan juga diikuti segenap karyawan-karyawati. Pakaian yang dikenakan untuk karyawan mengenakan batik lengan panjang berpeci hitam dan untuk karyawati mengenakan kebaya Seluruh petugas apel baik komandan, pembaca riwayat RA Kartini, pembaca doa, pembawa acara maupun ajudan semuanya perempuan.
     Menurut Bupati, sesuai riwayat perjalanan hidup RA Kartini telah memberikan inspirasi betapa pentingnya pendidikan. Hanya melalui pendidikan yang baik bisa merubah mindset seseorang bergerak kearah yang lebih maju baik dalam pola pikir maupun pola tindak. Dengan demikian seseorang akan mudah menerima ide-ide pembaharuan supaya hidupnya lebih berkualitas dan sejahtera.
      “Oleh karena itu dengan momentum peringatan Hari Kartini hendaknya menjadi inspirasi untuk memperhatikan aspek pendidikan bagi anak-anak kita supaya tumbuh dan berkembang menjadi anak yang pintar dan berbudi luhur“ pesannya.

Riwayat Singkat RA Kartini

     Selang beberapa tahun kemudian setelah selesai pendidikan di EUROPASE LEGERE SCHOOL, RA Kartini berkehendak ke sekolah yang lebih tinggi, namun timbul keraguan di hati RA Kartini karena terbentur pada aturan adapt apalagi bagi kaum ningrat bahwa wanita seperti dia harus menjalani pingitan. Dengan semangat dan keinginannya yang tak kenal putus asa RA Kartini berupaya menambah pengetahuannya tanpa sekolah karena menyadari dengan merenung dan menangis tidaklah akan ada hasilnya, maka satu-satunya jalan untuk menghabiskan waktu adalah dengan tekun membaca apa saja yang di dapat dari kakak dan juga dari ayahnya.
     Walaupun RA Kartini tidak berkesempatan melanjutkan sekolahnya, namun himpunan murid-murid pertama Kartini yaitu sekolah pertama gadis-gadis priyayi Bumi Putera telah dibina diserambi Pendopo belakang kabupaten. Hari itu sekolah Kartini memasuki pelajaran apa yang kini dikenal dengan istilah Krida dimana RA Kartini sedang menyelesaikan lukisan dengan cat minyak. Murid-murid sekolahnya mengerjakan pekerjaan tangan masing-masing, ada yang menjahit dan ada yang membuat pola pakaian.
     Kini RA Kartini telah tiada, cita-cita dan perjuangannya telah dapat kita nikmati, kemajuan yang telah dicapai kaum wanita Indonesia sekarang ini adalah berkat goresan penanya semasa hidup yang kita kenal dengan buku “HABIS GELAP TERBITLAH TERANG”. (Hms13/Edy Laks).

Berita Terkait