Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

Bunga Rontok, Produksi Durian Ngropoh Turun

Senin, 10 Pebruari 2020 Pertanian dan Perkebunan

TEMANGGUNG, Akibat banyak bunga yang rontok menyebabkan  produksi  durian desa Ngropoh Kecamatan Kranggan pada musim panen tahun ini turun hingga 60 persen. Dengan menurunnya produksi maka petani penghasilannya berkurang tidak sebanyak pada musim panen tahun lalu.
          Ketua kelompok tani Biso Mukti  Desa Ngropoh Waluyo  saat ditemui di kebun durian miliknya Senin  (10/2) menuturkan, menurunnya jumlah produksi durian disebabkan karena pada saat berbunga  pada  bulan September - Oktober belum ada kiriman turun hujan hingga mengakibatkan  banyak bunga yang mengering dan akhirnya rontok tidak menjadi bakal buah. Demikian halnya  yang sudah menjadi bakal buah juga  banyak yang tidak kuat hingga kering berjatuhan. Dengan  tingginya  tingkat  kerontokan bunga dan bakal buah maka secara otomatis  produksi buah durian siap panen menjadi  sedikit. Prosentase  penurunan produksi bila dibanding musim panen tahun lalu 2019 mencapai 85 persen.
          “Menurunnya produksi ini dipengaruhi tidak adanya kiriman  hujan pada saat berbunga sehingga banyak yang rontok gagal menjadi bakal buah” tuturnya seraya menambahkan petani hanya bisa pasrah menghadapi cuaca yang kurang menguntungkan.
          Menurutnya  dengan  berkurangnya  produksi buah durian, maka peghasilan petani juga  berkurang. Dia mencontohkan jika pada tahun 2019  1 pohon besar tebasannya  laku Rp. 6 juta, untuk tahun ini cuma laku Rp. 1 juta. Sedang harga buah perbiji  masih sama seperti tahun lalu  rata-rata berkisar antara Rp. 20.000  hingga Rp. 50.000/biji tergantung besar kecilnya buah.
          Sekretaris  Desa Ngropoh Ismanto  menjelaskan populasi tanaman buah durian di desanya  mencapai  8000 pohon yang dikelola para petani. Bercocok tanam  durian menjadi andalan penghasilan warganya karena setiap kali musim panen bisa mendapatkan penghasilan karena durian lokal Ngropoh laku keras dipasaran sebab  selain daging buahnya tebal juga bercita rasa khas berbeda dengan durian daerah lain. Hanya saja diakui untuk musim tahun 2020 ini  tidak banyak pohon yang berbuah, akibatnya  pendapatan petani menurun.
          “Setiap musim panen, banyak warga maupun pedagang yang berdatangan guna membeli  durian Ngropoh yang terkenal  buahnya enak dan tebal. Hal ini berdampak positif untuk peningkatan kesejahteraan warga”,  ujarnya.
          Diutarakan,  buah durian sudah menjadi ikon Desa Ngropoh. Oleh karena itu pihaknya  terus berupaya untuk mempertahankan dan mengembangkanya agar  durian khas ngropoh tetap lestari dan dicari  para penikmat durian.  Para petani selain menanam dam membudidayakan tanaman durian juga mengembangkan tanaman    petai dan manggis. Beberapa tanaman  tersebut saat ini sudah mulai berbuah sehingga  menambah penghasilan  petani . Disamping itu dibawah pohon durian, petai dan manggis petani juga menanam  ubi-ubian seperti suwek , kerut dan uwi serta tanaman obat-obatan seperti kunyit, jahe, temulawak, temugiring, lempuyang dan lain-lain .
          “Kita optimis  kedepan bisa mewujudkan desa Ngropoh  menjadi sentra durian lokal unggul. Apalagi saat ini  desa Ngropoh sudah menjadi desa wisata“ Dewi Eramaya“ dibawah binaan  Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Kabupaten Temanggung. Dengan demikian petani berpeluang lebih berdaya sehingga hidupnya bertambah  sejahtera”  ujarnya sembari menambahkan guna menambah kapasitas wawasan pengetahuan  petani, secara berkala   mengikuti berbagai pelatihan baik yang diselenggarakan oleh kelompok tani sendiri  maupun pemerintah.
          Kepala Bagian Humas Setda Kab Temanggung Sumarlinah mengatakan, potensi buah durian desa Ngropoh  memang layak untuk terus dikembangkan  sebagai salah satu unggulan  kegiatan agro wisata. Selain bisa menikmati buah durian dengan cita rasa yang khas, para pengunjung juga bisa menikmati embung Abimanyu dan panorama alam  yang indah  berudara sejuk. Untuk menarik  lebih banyak wisatan yang berkunjung pada setiap musim panen durian Pemkab Temanggung menggelar festival durian dan untuk tahun ini direncanakan besuk pada tanggal 15 Maret 2020 yang dimeriahkan berbagai atraksi hiburan kesenian tradisional seperti kuda lumping, soreng , warokkan dan lain-lain.( Hms20/Edy Laks)

Berita Terkait