Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

SADRANAN GANDOKAN DIIKUTI RATUSAN WARGA

Sabtu, 18 Mei 2013 Umum
Temanggung, Warga masyarakat Dusun Gandokan Kelurahan Kranggan Kecamatan Kranggan menggelar tradisi ritual khaul sadranan Jumat (17/5), berlangsung meriah dan khidmat di balai dusun setempat. Upacara ritual sadranan yang rutin diselenggarakan setahun sekali  pada setiap hari Jum’at  Legi  bulan Rojab itu, ditandai dengan membaca doa tahlil dilanjutkan makan bersama (bancaan – red) snack, nasi bucu dilengkapi aneka lauk pauk seperti daging ayam, telor, tahu tempe dan sayuran. 
     Sesepuh dusun sekaligus kaur Kesra Kelurahan Kranggan Pariyono menjelaskan, tradisi sadranan sudah  berlangsung turun temurun  sejak dulu kala. Sadranan diselenggarakan  sebagai ungkapan rasya syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa  atas  berkah, rejeki dan keselamatan yang telah diberikan selama ini, sehingga warga desa bisa hidup tentram dan sejahtera. Selain itu,  juga dimaksudkan untuk mengenang arwah Simbah Wongso yang diyakini orang pertama yang merintis keberadaan dusun Gandokan  dan para leluhur yang semasa hidupnya telah berjasa membangun dusun.
     “Tradisi sadranan ini juga dimaksudkan sebagai upaya untuk melestarikan tradisi budaya warisan nenek moyang  yang adiluhung. Selain itu juga sebagai wahana mempererat tali silaturahmi antar sesama warga. Bahkan warga yang ada di perantauan menyempatkan pulang kampung ikut nyadran“, ujarnya seraya menambahkan, tradisi sadranan diawali dengan bersih kubur di makam Kemesu, tahlilan diteruskan makan bersama nasi bucu ayam. 
     Menurutnya ritual sadranan  Dusun Gandokan, berlangsung 3 kali  yakni Jumat Legi bagi warga yang mempunyai  leluhur yang dimakamkan di pemakaman  Kemesu mengenang leluhur simbah Wongso dan Nyi Wongso, Jum,at  Wage untuk makam nyamplung mengenag leluhur Simbah Lembut dan Nyi Lembut. Selain itu juga digelar di makam Kepunden pada Jum’at Pahing mengenang leluhur Simbah Manten dan Nyi Manten.
     Dia mengatakan peserta sadranan tidak hanya diikuti warga Dusun Gandokan  saja namun juga diikuti sejumlah warga luar dusun yang mempunyai leluhur di Gandokan. Mereka  sambil membawa nasi bucu ayam dan aneka jajanan  berdatangan di balai dusun  yang dijadikan tempat ritual Sadranan. Seluruh peserta dengan penuh khidmat  duduk berjajar mengikuti seluruh prosesi ritual yang ditandai  bacaan tahlil dan doa bersama, dipimpin ulama  setempat. Seusai doa untuk memohon keselamatan dan limpahan rejeki dari yang maha kuasa,  makanan yang mereka bawa kemudian dinikmati sebagai ungkapan syukur.
     Sementara itu sembari  menikmati makanan,  warga mengambil potongan nasi bucu berikut sebagian lauk pauk dan jajanan untuk diberikan kepada para peminta luar dusun. Dengan pembagian  nasi berkat ini, sebagai tanda  bahwa seluruh prosesi ritual sadranan  telah selesai. Warga dengan penuh rasa  bahagia meninggalkan tempat ritual   pulang  ke rumah masing-masing dan  bergegas ke masjid guna  melaksanakan ibadah solat Jum’at “, tandasnya . (Hms13/Edy Laks).

Berita Terkait