Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TAK BAWA UNDANGAN RATUSAN PASIEN TIDAK BISA MENCOBLOS

Kamis, 30 Mei 2013 Umum
TEMANGGUNG, Ratusan pasien  rawat  inap dan penunggu di Rumah Sakit Kristen (RSK) Ngesti Waluyo, Parakan Kabupaten Temanggung tidak bisa mencoblos pada pemilihan Gubernur Jawa Tengah dan pemilihan Bupati/Wakil Bupati Temanggung periode 2013-2018, lantaran tidak membawa surat model C-6 (surat undangan) maupun kartu tanda penduduk.
     Salah seorang pasien, Antok (52) asal Selomerto, Wonosobo, saat ditemui di RSK Parakan, Minggu (26/05/2013) mengaku kecewa karena tak bisa menggunakan hak pilihnya untuk memilih pasangan calon gubernur Jateng. Karena, tidak membawa identitas KTP dan surat undangan.
     "Saya tidak mengira akan rawat inap di rumah sakit ini, karena saat memeriksakan kesehatan bisa pulang ke rumah, tapi ternyata disarankan untuk opname. Karenanya, tidak terpikirkan untuk membawa surat undangan pemilu," jelasnya.
     Sedangkan Ani (21) asal Candiroto, Temanggung membawa surat undangan sehingga bisa mencoblos pilgub dan pilbup meski berada di rumah sakit. Namun dari pengamatan KRjogja.com, dari pasien dari lantai 4 hingga lantai dasar, hanya beberapa pasien saja yang bisa menggunakan halnya untuk memilih pasangan calon Gubenur dan Bupati.
     Ketua KPPS 04 Desa Wanutengah Kecamatan Parakan, Temanggung, Muhtadin, usai melakukan pencoblosan di rumah sakit Ngsti Waluyo, Minggu (26/05/2013) menjelaskan, dari 30 kartu suara yang disediakan panitia hanya sekitar 5 kartu suara saja yang digunakan pasien."Mereka kebanyakan tidak membawa surat model C-6, sehingga tidak dapat menggunakan hak suaranya,"  paparnya.
     Kartu suara yang disediakan untuk pasien rawat inap di rumah sakit tersebut merupakan surat cadangan 2,5 persen dari surat suara yang ada di TPS itu. Diakui, sebenarnya banyak diantara penunggu pasien yang ingin menggunakan hak pilihnya, namun tidak bisa karena surat suara hanya diperuntukkan bagi pasien rawat inap.
     Slamet, salah seorang petugas di RSK Parakan, menjelaskan, jika dihitung antara pasien dan penunggu di rumah sakit tersebut jumlahnya tidak hanya puluhan orang saja, bila dihitung juga para penunggu pasien jumlah  warga yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya mencapai ratusan.(Hms13/Paul)

Berita Terkait