Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PASANG SUSUK GRATIS

Jumat, 05 Juni 2009 Kesehatan
30 IBU RUMAH TANGGA KELUARGA MISKIN, PASANG KB SUSUK GRATIS

TEMANGGUNG, 30 ibu rumah tangga dari keluarga miskin di Desa Sukomarto Kecamatan Jumo mengikuti program layanan pemasangan alat kontrasepsi KB  berupa implant atau susuk secara gratis di balai desa setempat Selasa kemarin (2/6).  Layanan pemasangan KB susuk gratis yang  diselenggarakan Puskesmas Jumo itu juga ditinjau Bupati, Wakil Bupati, Muspida dan Wakil Ketua DPRD seusai  upacara pembukaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung ke 82.
     Bupati Drs. Hasyim Afandi disela-sela menyaksikan pemasangan implant, menyatakan menyambut positif upaya Puskesmas Jumo memberikan layanan gratis alat kontrasepsi KB. Dia berharap bagi ibu-ibu rumah tangga yang belum mengikuti program Keluarga Berencana, hendaknya segera menghubungi Puskesmas terdekat sehingga bisa ber KB.
     “Mengikuti program KB sangat penting artinya demi terwujudnya norma keluarga kecil  yang bahagia dan sejahtera. Oleh karena itu bagi yang belum ber KB diharapkan segera ber KB  sesuai alat kontrasepsi yang dinginkan” pintanya
     Kepala Puskesmas Jumo dr. Robert mengatakan, layanan gratis pemasangan alat kontrasepsi KB dengan implant dimaksudkan sebagai upaya untuk membantu ibu-ibu rumah tangga keluarga miskin dalam ber KB. Diutarakan selama ini mereka belum menjadi akseptor KB karena terkendala biaya  sebab hidupnya miskin, padahal sudah memiliki anak cukup banyak. Dengan mengikuti program KB secara gratis ini, mereka kini tercatat  sebagai peserta KB aktif dan merasa sudah aman  tidak takut hamil lagi.
     “30 orang ibu rumah tangga  yang di KB gratis  termasuk keluarga tidak mampu. Selama ini mereka belum ber KB karena tidak mempunyai biaya. Aksi ini semata-mata untuk membantu mereka  sehingga  bisa mengikuti program KB  agar tidak terus bertambah mempunyai anak demi terwujudnya kesejahteraan keluarga “ ujarnya.
     Bidan yang menangani pemasangan implant,  Ristiyanawati  menjelaskan  susuk KB yang dipasang  jangka waktu  masa aktifnya selama 3 tahun. Dengan pemasangan  implant  lanjutnya,  cukup efektif untuk mencegah kehamilan  secara aman. Namun demikian setelah jangka waktu masa aktif telah habis harus dilepas dan diperbaharui lagi dengan implant yang baru. Diutarakan, jumlah Pasangan Usia Subur di Desa Sukomarto sampai saat ini mencapai 420 pasag. Sebagian besar mereka telah menjadi akseptor KB dengan alat kontrasepsi berupa IUD, pil, suntik dan implant.
     Sementara itu dua peserta KB gratis,  Sutirah dan Sumaryati mengaku senang bisa mengikuti KB gratis. Mereka menuturkan selama ini sebenarnya ingin ber KB namun karena tidak mampu sehingga tidak memiliki biaya untuk ber KB, padahal sudah memiliki  anak cukup banyak. Dengan memiliki anak cukup banyak dan jarak usianya tidak terpaut jauh, mereka merasa kerepotan. Lebih-lebih untuk mengatur biaya hidup maupun biaya pendidikan anak-anaknya mengalami kesulitan, karena berpenghasilan rendah.
     “Setelah mengikuti KB  gratis, kini sudah merasa lega dan aman , sehingga tidak takut hamil  lagi. Dengan mengikuti program Keluarga Berencana memungkinkan untuk bisa mengatur keluarga menjadi lebih baik “ tutur mereka  dengan mimik  wajah bahagia. (Hms/Edy Laks)

Berita Terkait