Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENGUSAHA BALKEN KURANGI PRODUKSI

Kamis, 06 Agustus 2009 Perekonomian
HARGA MEROSOT, PENGUSAHA BALKEN KURANGI PRODUKSI

TEMANGGUNG, Lantaran harga jual  kayu balken yang merupakan bahan baku pembuatan kayu lapis belakangan ii teros merosot, pengusaha balken di Temanggung mengurangi produksi. Bila sebelum harga merosot,  setiap hari produksi kayu balken mencapai 40 kubik, namun  saat ini  hanya memproduksi separonya saja 20 kubik, akibatnya kayu  balok dari berbagai jenis  sebagai bahan baku menumpuk di depo. Jumlah produksi akan ditambah manakala harga kembali membaik.
     Salah satu  perusahaan kayu balken CV. UDT yang berlokasi di desa keblukan kecamatan Kaloran  sudah sebulan terakhir ini mengurangi produksinya. Dari  5 unit mesin penggergaji  yang ada, hanya 2 unit saja yang dioperasikan. kayu-kayu balok/gelondong dari berbagai jenis seperti sengon laut  dan sengon Jawa  sebagai bahan baku banyak menumpuk. Demikian pula , sejumlah karyawan terlihat hanya duduk-duduk saja karena tidak ada pekerjaan, hanya sebagian kecil karyawan yang  melakukan aktifitas penggergajian  maupun menata kayu.
     Manajer CV. UDT Paulus selasa (4/8)  mengatakan,  sebulan terakhir ini pasaran harga jual kayu balken menurun hingga  mencapai  6 %. Sebelumnya  harga jual balken  mencapai Rp.740.000/kubik, namun sekarang menurun hanya laku Rp. 700.000/kubik. Akibatnya  jumlah produksi  untuk sementara waktu dikurangi, jika sebelumnya setiap hari  mampu memproduksi  40 kubik, tapi  saat ini terpaksa dikurangi hanya memproduksi 20 kubik.
     ‘Dampak dari pengurangan produksi, menyebabkan  sebagain karyawan nganggur  tidak dipekerjakan, karena dari 5 unit mesin penggergaji hanya 2 unit saja yang dioperasikan. Kayu balken hasil  produksinya langsung dijual ke pabrik pengolahankayu lapis di Tangerang, Jawa Barat.’ tuturnya
     Dia mengutarakan, seiring menurunnya harga jual balken. terpaksa pihaknya menurunnya harga pembelian kayu balok dari petani. Bila sebelumnya setiap kubik dibeli dengan harga  antara Rp. 400.000 hingga Rp.500.000, saat ini turun menjadi Rp. 350.000/kubik. Dia berharap, harga jual kayu balken kembali stabil, sehingga jumlah produksi kembali ditingkatkan, sehingga semua mesin penggeragaji maupun karyawan  dapat difungsikan kembali seperti semula. (Hms09/Edy Laks)

Berita Terkait