Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KETELA POHON SOLUSI ALTERNATIF CADANGAN PANGAN

Kamis, 19 November 2009 Pertanian dan Perkebunan
KETELA POHON
SOLUSI ALTERNATIF CADANGAN PANGAN

TEMANGGUNG, Keberadaan lahan pertanian yang semakin lama semakin menyempit akibat terjadinya alih fungsi lahan, harus disikapi secara arif dan benar. Keberadaan lumbung hidup, yaitu pengembangan pangan lokal, menjadi solusi alternatif mempertahankan ketersediaan pangan yang mantap.
     Hal ini disampaikan Bupati Temanggung, Drs. Hasyim Afandi, pada kegiatan penanaman Ketela pohon jenis Mekar Manis di Desa Gandon Kecamatan Kaloran, Rabu (18/11).
     Hasyim mengatakan, ketersediaan pangan yang diharapkan adalah kecukupan pangan dalam jumlah dan mutu. Aman dan terjangkau dari waktu ke waktu. Hal ini, lanjutnya, untuk mendukung harmonisasi antara aspek managemen, aspek ketahanan pangan, aspek distribusi, konsumsi dan pemberdayaan masyarakat. Serta aspek kewaspadaan pangan dan agribisnis.
     Fungsi managemen dari dinas terkait diharapkan mampu mengkoordinasikan pembangunan ketahanan pangan, mulai dari tahap perencanaan hingga tahap pengendalian. Sehingga nantinya berjalan secara lintas sektoral dalam sistim agribisnis yang berkelanjutan, berkerakyatan  dan berdaya saing.
     Sebelumnya, Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung, Ir. Siyam Dwi Astuti  menerangkan, Ubi kayu jenis Mekar Manis mempunyai keunggulan dibanding dengan jenis yang lazim ditanam petani.
     Selain tidak memerlukan perawatan khusus, Mekar Manis mampu memproduksi sekitar 15 20 Kg/pohon atau 90 Ton per Ha. Dengan tehnologi sederahana ( hanya penanaman) jenis ini menghasilkan sekitar 15 Kg/pohon (90 Ton/Ha) dan dengan pemupukan berkisar 20 Kg/pohon (120 Ton/Ha). Apabila dilakukan dengan tehnologi modern yaitu pemupukan berimbang mekar manis mampu berproduksi sekitar 150 Ton/Ha. Selain itu, lanjut Siyam, ketela ini cocok untuk ditanam pada struktur tanah yang gembur, tidak liat dan mempunyai derajat keasaman sekitar 4,5 8 Ph.
     Aspek ketahanan pangan, semaksimal mungkin dipenuhi dari produk sendiri. Inovasi dan rekayasa tehnologi sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang semakin baik. Serta dapat menjangkau seluruh anggota masyarakat dalam jumlah dan mutu yang cukup, lanjut Hasyim.
     Dikatakan, kegiatan ini sebagai ujud nyata dari upaya Badan Ketahanan Pangan Provinsi Jawa Tengan dalam ikut serta mewujudkan ketahanan pangan yang mantap di Jawa Tengah kususnya di Temanggung, melalui demplot pengembangan tanaman lokal ubi kayu seluas 8 Ha, yang tersebar di 5 Kecamatan yaitu Kaloran (Gandon) 2,5 Ha dan Getas 1 Ha. Kranggan (kramat) 2 Ha, Pringsurat (Nglorog) 0,5 Ha dan Pagergunung 0,5 Ha. Kandangan (Tlogopucang) 0,5 Ha dan Gemawang (Karangseneng) 1 Ha. (Hms09/Sis).

Berita Terkait