Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PELATIHAN TEKNIS DESA MANDIRI PANGAN

Rabu, 27 Mei 2009 Pertanian dan Perkebunan
PELATIHAN TEKNIS DESA MANDIRI PANGAN

TEMANGGUNG, Setelah melalui Survey Tim Provinsi danKantor Ketahanan Pangan selanjutnya ditetapkan dengan SK Bupati, Desa Pagergunung Kecamatan Pringsurat sebagai salah satu Desa Mapan (Mandiri Pangan). Dengan kriteria  termasuk desa rawan pangan dengan penduduk KK miskin lebih dari 30 %, memiliki potensi baik SDA maupun SDM yang belum dikembangkan secara optimal dan respon yang tinggi dari aparat dan masyarakat.
     Dalam acara tersebut yang dihadiri Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT, Staf Ahli Pemerintahan, Pembangunan dan Lingkungan Hidup, para instruktur/penyuluh dan diikuti oleh anggota kelompok wanita, anggota kelompok tani dan tim pangan desa. Dalam laporannya Kepala Kantor Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung Ir. Siyam Dwi Astuti, MM mengemukakan pelatihan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota/pengurus, menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan menumbuhkan kelompok-kelompok usaha di pedesaan. Kepala Desa Pagergunung Ibu Harmintasih menyampaikan laporan bahwa di desanya terdapat industri kecil 42 unit, 7 kelompok tani dari 8 dusun yang ada di desa tersebut.
     Kegiatan tersebut dilakukan dengan sasaran kelompok wanita maupun kelompok tani guna menanggulangi kerawanan pangan  yang merupakan titik-titik potensi penyebab rendahnya kualitas sumberdaya manuasi Indonesia (daerah dan nasional). sedangkan rencana kegiatan melalui dana dari Ketahanan Pangan Provinsi Jawa tengah yang akan ke serahkan pada waktu mendatang berupa bantuan stimulant berupa 66 ekor kambing PE (peranakan etawa) untuk 3 kelompok, bantuan kandang dan bantuan peralatan pengolahan hasil rumah tangga untuk kelompok wanita.
     Selanjutnya dalam sambutannya Wakil Bupati Ir. Budiarto, MT menyampaikan beberapa hal mengenai produk industri kecil dan peternakan. Bahwa dalam memproduksi jangan di tambah dengan bahan kimia yang berbahaya, dan menciptakan cita rasa yang khas dari produk sehingga menjadi cirri khas, perhatikan dalam pengamasan produk, dan produk yang dihasilkan harus marketable/layak jual. Lajut wakil bupati mengenai bantuan ternak berupa kambing untuk dikembangkan dan nanti pada akhirnya bisa meningkatkan kesejahteraan anggota kelompok. Kepada peserta pelatihan untuk mengungkapkan keluh kesahnya kepada penyuluh atau Kantor Ketahanan Pangan sehingga dapat mengetahui permasalahan yang dialamai, tandasnya. Dilakukan juga tanya jawab dengan anggota pelatihan dari beberapa pertanyaan diperoleh masukan bahwa sebagian besar yang disampaikan kelompok merupakan permintaan  berupa alat produksi ataupun pendukung produksi. Setelah acara pembukaan pelatihan selesai dilakukan tinjauan ke peternak sapi milik Sdr. Mulasin dan industri kecil dari singkong EMPING JET Bu Juminem. (Hms/Pakdhe)

Berita Terkait