Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

TAK ADA AIR, SAWAH MANGKRAK TAK TERGARAP

Rabu, 25 September 2013 Bencana
TEMANGGUNG, Ratusan hektar sawah di Kecamatan Jumo dan Kandangan Kabupaten Temanggung belum bisa digarap untuk ditanami berbagai jenis tanaman. Hal itu terjadi lantaran saluran irigasi kering kerontang  tidak ada air yang mengalir akibat kemarau yang semakin meluas.
     Kondisi tersebut membuat para petani  harus pasrah tidak bisa bercocok tanam, sambil menunggu  turun hujan  sehingga memungkinkan aktifitas pertanian bisa dilakukan kembali.  Sejumlah petani menuturkan, sejak datangnya musim kemarau empat bulan lalu  menyebabkan air yang mengalir di saluran irigasi  terus menyusut, hingga kering sama sekali seperti saat ini. Karena   saluran irigasi mengering otomatis  tidak bisa menggarap sawah untuk disiapkan  sebagai lahan pertanian.  Ratusan hektar sawah  dibiarkan  kosong  kering kerontang  hingga tanahnya retak- retak selebar 6 cm. Diperkirakan, aktifitas pertanian baru bisa dilakukan bila sudah turun hujan  pada bulan Nopember mendatang.
     Muhroni petani ( 60 )  menuturkan  belum dapat dilakukannya penggarapan sawah, dirasakan merugikan petani karena sawah yang dimilikinya tidak menghasilkan apa-apa. Lebih-lebih pada musim  tanam padi sebelumnya  petani mengalami gagal panen disebabkan tanaman padinya diserang hama sundep. Padahal sebagian besar petani  menggantungkan hidup  dengan bertani, namun  karena saat ini belum bisa menggarap sawah, petani terpaksa kerja serabutan  seperti menjadi buruh bangunan  agar mendapat penghasilan. Sedang bagi petani yang memiliki hewan ternak seperti sapi dan kambing, untuk mencukupi kebutuhan hidup terpaksa menjual hewan piarannya ataupun menjual pupuk kandang. Petani berharap  segera turun hujan kiriman, sehingga  bisa  menggarap sawah untuk ditanami palawija  yang tidak banyak membutuhkan air seperti padi.(Hms/Edy Laks)

Berita Terkait