Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

POLRES TERIMA ADUAN PENJUALAN KORNET BABI

Rabu, 09 Oktober 2013 Umum
TEMANGGUNG, Polres Temanggung belakangan ini banyak mendapat aduan dari sejumlah ormas terkait penjualan kornet babi yang dicampur dengan kornet sapi di sejumlah swalayan.Untuk mengatasi hal itu Polres berkoordinasi dengan Disperindagkop dan UMKM.
     Demikian diutarakan Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Agung Setyo Budi Utomo,dikantornya selasa (8/10). Dia mengatakan,  Polres banyak menerima aduan dari masyarakat terkait dengan beredarnya perdagangan kornet babi di sejumlah swalayan. Terkait hal itu pihaknya koordinasi dengan Dinas terkait bagaimana regulasinya sebab hal itu menjadi ranah Disperindagkop. Selain itu juga sudah menurunkan anggota untuk melakukan pengecekkan di lapangan.
     “Dari hasil pengecekkan ditemukan ada beberapa sudah  dipisahkan, tapi ada yang peletakkannya masih berdekatan. Di salah satu swalayan bahkan sudah dicantumkan tulisan 'mengandung daging babi' dan 'corned daging babi. Dikhawatirkan konsumen terutama umat muslim yang akan membeli kornet sapi bisa keliru mengambil kornet babi,'” ujarnya.
     Kepala Bidang Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Kabupaten Temanggung, Etty Wahyuningsih, menyoroti, tentang pelabelan. Menurutnya, produk kornet babi itu seyogyanya harus ada label yang jelas, dan dipisahkan dengan kornet sapi.Umumnya kemasan kornet sapi disertai gambar sapi atau dengan tulisan beef di kemasan. Sedangkan kornet babi yang di jual di swalayan di Temanggung hanya ada tulisan canned pork tanpa gambar babi.
     Sementara itu  Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Temanggung Ripto Susilo mengatakan terkait peredaran kornet babi pihaknya membuat surat edaran nomor 510/02/02734 tentang penataan atau display barang.Didasari Undang-undang Nomor 8 Tahun 2009 tentang perlindungan konsumen maka toko/swalayan/minimarket diharuskan menindaklanjuti surat edaran tersebut.
     “Isi dari surat edaran itu antara lain mengharuskan pengelola swalayan memberi infomasi jelas jujur pada konsumen, tidak menempatkan dalam satu space/rak antara barang yang dilarang agama dengan barang lain yang sejenis.Kemudian, memberikan penjelasan detail dan benar pada konsumen untuk barang-barang dengan label berbahasa asing” tandasnya.(Hms13/Edy Laks)

Berita Terkait