Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

6 KABUPATEN/KOTA MENDAPATKAN BANTUAN HIBAH

Jumat, 22 November 2013 Umum
TEMANGGUNG, Sebanyak 25 organisasi sosial (orsos) dan karang taruna di enam kabupaten/kota di eks Karsidenan Kedu, mendapatkan bantuan hibah dari Pemprov. Dengan bantuan itu, diharapkan akan kian meningkatkan motivasi dan peran mereka dalam membantu pemerintah menangani penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).
     Secara simbolis, bantuan hibah diserahkan Kasi Pemberdayaan Potensi Sosial dan Kesejehteraan Sosial (PPSKS) Dinas Sosial Provinsi, Heni Herlina, dan Kepala Dinas Sosial Temanggung, Teguh Suryanto, kepada masing-masing penerimanya, di RM Omah Kebon, Temanggung, kemarin.
     Para penerima bantuan tersebut, untuk di Kabupaten Temanggung adalah, orsos Panti Asuhan (PA) Muhammadiyah Putri dan PA Darul Hadlonah, kemudian Karang Taruna (KT) Kalimosodo, Pendowo, Kranggan dan KT Setya Muda Baru, Kemloko, Kranggan. Untuk Kabupaten Wonosobo, ialah PA Darul Hadlonah Kalianget dan PA Muhammadiyah Kepil, serta KT Madani Sukoharjo dan KT Gema Karya Mangunrejo.
     Untuk Kota Magelang, terdiri atas PA Muhammadiyah Jurangombo, Panti Werdha Pelkrim, kemudian KT Setia Bhakti Potrobangsan dan KT Putra Mandiri Kemirirejo. Berikutnya, untuk Kabupaten Magelang adalah PA Brayat Al Falah Borobudur, PA Darul Khadonah Muntilan, lalu KT Tunas Waringin Sakti Tempurejo, dan KT Amupra Prajengsari. Untuk Kabupaten Purworejo adalah, PA Muhammadiyah Plaosan, PRSJ Sahabat Kita, kemudian KT Sakti Jaya Brenggong dan KT Maju Jaya Banyuurip.
     Adapun untuk Kabupaten Kebumen, penerima bantuan itu terdiri atas, PA As Salam Istiqomah Asih Pejagoan, PA Al Mutasyfa Kuwarasan, PA Pra Sejahtera Az-Zahra Baliangsal Padureso, kemudian KT Eka Karya Kalirejo dan KT Muda Jaya Tambakproganten.     
     Heni mengungkapkan, bantuan hibah yang diberikan kepada orsos panti asuhan atau panti sosial tersebut berupa kasur, lemari dan tempat tidur, dengan nilai Rp 15 juta untuk masing-masing orsos penerimanya.
     Kemudian untuk karang taruna, ada yang dibantu operasional kelembagaan berupa kursi, meja, dan mebelair lainnya senilai Rp 5 juta, yakni untuk karang taruna dengan status sedang tumbuh. Kemudian, untuk karang taruna dengan status berkembang dibantu usaha ekonomi produktif (UEP) berupa ternak senilai Rp 12,5 juta.
     ‘’Jenis ternak yang dibantukan tersebut sesuai dengan usulan masing-masing karang taruna dalam proposal mereka. Antara lain, ada yang berupa ternah sapi, kambing, dan ikan lele,’’tuturnya.
     Diungkapkannya, jumlah PMKS di Jateng saat ini mencapai 5,6 juta lebih, atau hampir 17% dari seluruh warga provinsi tersebut. Untuk menangani PKMS yang banyak tersebut, Pemprov tidak mampu melakukan sendirian, karena itu perlu dukungan dan bantuan dari orsos, karang taruna dan pihak swasta.
     ‘’Selain anggaran dari pemerintah, kami juga mengandalkan bantuan dana tanggung jawab sosial perusahaan-perusahaan atau coorporate social responsibility untuk mendukung penanganan PMKS itu,’’katanya.(Hms13/Paul)   

Berita Terkait