Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

WARGA NGROPOH BERDOA, KPK DAPAT MEMBONGKAR DAN MEMBERSIHKAN KORUPSI

Senin, 09 Desember 2013 Umum
TEMANGGUNG, sekitar enam ratusan warga Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung menggelar ritual sadranan di bukit Dukuh, komplek pemakaman Ki Demang Donorejo yang berada di sebelah barat pemukiman, Jumat (06/12) pagi. Tua muda, anak-anak, lelaki dan perempuan kumpul bersama di komplek makam. Sejumlah tokoh masyarakat, keagamaan dan pejabat di tingkat desa hingga kabupaten turut menyatu dalam kebersamaan.
     Dari rumah mereka membawa tenong yang berisi aneka makanan seperti nasi bucu atau nasi tumpeng, ingkung ayam jawa utuh, tempe-tahu acem, sayuran, kerupuk, buah-buahan dan jajan pasar seperti wajik, jadah, trasikan, bolu, biskuit, jenang dan dan masih banyak lagi ragam makanan yang diolah dari hasil bumi dusun Dukuh. Usai berdoa makanan itu lantas dibagikan pada mereka yang datang.
     Pada tahun ini, selain berdoa untuk meminta keselamatan, peningkatan kesejahteraan serta tergapainya segala cita dan harapan, warga juga memanjatkan doa pada Tuhan Yang Maha Kuasa untuk menguatkan hati dan tekad para penegak hukum dalam pemberantaan korupsi.
     Kadus Dukuh Desa Ngropoh Kecamatan Kranggan, Kabul, mengatakan warga marah dengan perilaku korupsi yang dipraktekkan para pemimpin negeri ini, baik dari eksekutif, legislatif dan yudikatif atau penegak hukum. Perilaku koruptif itu merugikan warga masyarakat, sebab uang korupsi itu seharusnya bisa digunakan untuk peningkatan kesejahteraan." Warga berdoa, semoga penegak hukum terutama KPK dapat membongkar dan membersihkan korupsi dari negeri ini. Dan para koruptor tersadar perbuatannya merugikan rakyat," katanya.
     Disampaikan, pada sadranan yang digelar sarat akan nilai-nilai kearifan lokal, seperti perilaku jujur, tidak merugikan orang lain, mengutamakan masyarakat luas dari pada pribadi dan  bersedekah dalam situasi apapun. Nilai-nilai itu bila dipegang teguh dan diterapkan oleh pemimpin negeri ini maka akan tercipta negeri yang sentosa, apalagi didukung tanah Indonesia yang gemah ripah loh jinawi.
     Kades Ngropoh Haryono mengatakan, ritual Saparan atau yang disebut pula Samparbanyu di Dusun Dukuh sudah berlangsung sejak nenek moyang, tidak diketahui tepatnya mulai tahun berapa. Saparan digelar tiap tahun sekali, tepat Jumat Wage bulan Sapar." Warga berdoa meminta kedamaian dan kesejahteraan pada Tuhan Yang Maha Esa di komplek makam Ki Demang Donorojo, pepunden dusun," katanya.(Hms13/Paul)

Berita Terkait