Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PEMERINTAH BERKOMITMEN DALAM EKSKAVASI SITUS LIYANGAN

Minggu, 23 Pebruari 2014 Umum
TEMANGGUNG,  Pemerintah berencana membebaskan lahan seluas 14 ribu meter persegi di sekitar Situs Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan, Ngadirejo, Temanggung untuk mengintensifkan penelitian. Wakil Bupati Temanggung Irawan Prasetyadi mengatakan 14 ribu meter persegi yang dibebaskan terinci dari anggaran Balai Pelestarian Cagar Budaya Jateng seluas 8000 meter persegi dan 6000 meter persegi dari Pemerintah Kabupaten Temanggung.
     "Pemerintah berkomitmen dalam ekskavasi Situs Liyangan sehingga bila memang diperlukan pembebasan lahan akan diperjuangkan untuk pembebasan lahan," katanya di Temangung, Kamis (13/02).
     Dikatakan, pembebasan lahan diperlukan untuk mempermudah dalam ekskavasi karena benda budaya yang terkuak banyak berada di lahan yang selama ini menjadi area penambangan dan milik perseorangan. Disampaikan untuk sementara warga diperbolehkan menambang di area Situs Liyangan dengan pertimbangan membantu dalam ekskavasi, namun dalam penambangan itu harus berkonsultasi dengan tim ekskavasi.
     Sementara Ketua tim peneliti Situs Liyangan Sugeng Riyanto menyatakan, berbagai temuan monumental ditemukan di situs Liyangan Desa Purbosari Kecamatan Ngadirejo Temanggung. Temuan itu tidak hanya berupa arca dan bangunan candi, tetapi juga perkampungan dan kompleksitasnya.
     "Ada temuan yang membuktikan aktivitas perkampungan diantaranya pala, arang, keramik, tembikar dan logam. Area yang dibebaskan  adalah komplek perkampungan," katanya disela peninjauan Situs Liyangan, Kamis (13/02).
     Dikemukakan untuk penelitian lebih intensif akan dilibatkan sejumlah ahli yang selama ini belum terlibat seperti ahli botani, logam, perdagangan, dan keramik. "Kedepan tim akan membuat database temuan. Data ini sangat diperlukan untuk penelitian lebih lanjut kedepan," katanya.
     Situs Liyangan, terangnya, adalah situs dengan temuan terkomplek yang ada di Indonesia pada masa kerajaan hindu dan buda. Untuk itu penelitian sangat diperlukan untuk menguak situs tersebut. (Has14/Paul)

Berita Terkait