Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

KURIKULUM BARU MENGEDEPANKAN SISTIM MENTAL

Rabu, 05 Maret 2014 Pendidikan
TEMANGGUNG, Kurikulum baru tahun 2013 yang mulai diterapkan tahun 2014/2015 ini tidak lagi mengenal ranking siswa kelas. Sebab, kurikulum baru ini lebih mengedepankan sistim penilaian mental kepribadian bila dibandingkan kecerdasan otak.Oleh karenanya, itu orang tua/wali jangan aget bila tak lagi dicantumkan ranking siswa dalam kelas pada kurikulum baru itu.
     "Ketika sekolah tidak lagi mencantumkan sistim ranking dalam buku rapor, para orang/wali siswa sudah bertanya-tanya. Apalagi, nanti jika prestasi anaknya menurun karena sistim penilian tak lagi menggunakan aspek kognitif (kecerdasan otak). Karenanya, kurikulum 2013 tersebut perlu disosialisasikan kepada orang/wali siswa," jelas Sekretaris Dewan Pendidikan Kabupaten Temanggung, Zaenal Faizin, Senin (03/03).
     Menurut Faizin sosialisasi kurikulum ini diberikan kepada komite sekolah yang diharapkan nantinya bisa diteruskan kepada orang tua/wali siswa. Sebelumnya, pada tahun 2013 sosialisasi kurikulum baru tersebut sudah dilakukan oleh sebagaia sekolah. "Baru,  tahun 2014 ini diharapkan sosialisasi  kurikukum itu sudah rampung kepada semua sekolah hingga sudah diketahui para orang tua/wali siswa," terangnya.
     Ia menjelaskan, kurikukum pendidikan tahun 2013 ini  mulai efektif diberlakukan pada tahun ajaran 2014/2015. Ia menilai kurikulum ini lebih  menitikberatkan pada aspek afektif. Hal itu berbeda dengan kurikulum pendidikan tahun2006 atau seringkali disebut dengan kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP).
     Dipaparkan, pada kurikulum KTSP tersebut proses pendidikannya lebih menekankan pada aspek kecerdasan otak. Oleh karenanya, penilaian siswa dari sekolah lebih banyak ditekankan pada aspek kognitif.  Sedangkan kurikulum 2013 sistim penilian ditekankan pada aspek fiktif, atau mental kepribadian siswa."Jadi, jangan heran sistim penilian kurikulum 2013 bisa  jauh berbeda dengan yang terjadi selama ini. Bisa terjadi, siswa yang memiliki tingkat kecerdasan yang bagus, namun dari segi afektif (mental kepribadian) tidak baik," tandasnya. (Hms14/Paul)

Berita Terkait