Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

RAGAM AGAMA, POTENSI KONFLIK

Jumat, 07 Maret 2014 Keagamaan
TEMANGGUNG, Keragaman selain sebagai kekayaan Indonesia juga menyimpan potensi konflik yang cukup besar apabila tidak dikelola dengan baik. Potensi-potensi destruktif yang terjadi tersebut akan menjalar hingga mencapai konflik besar. Untuk itu, pemerintah dan organisasi kemasyarakatan harus mampu menjaga keragaman tersebut agar tetap dalam kondisi dinamis.
     Hal tersebut disampaikan akademisi Universitas Diponegoro, Semarang, Prof. Dr. Mudjahirin Thohir, saat menjadi pembicara pada sarasehan kerukunan umat beragama di Pendopo Pengayoman Temanggung, Kamis (6/3) pagi kemarin. Hadir dalam acara tersebut mantan Bupati Temanggung, Hasyim Afandi, Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi dan para hadirin yang didominasi pegawai negara.
     Bupati mengatakan, potensi destruktif yang dapat terjadi antara lain stereotipe dan prasangka negatif yang memicu munculnya stigma sosial dan pengkambinghitaman antar suku bangsa/agama. Selain itu juga melahirkan cara pandang diskriminatif yang mampu mengukuhkan kepentingan yang lebih luas seperti politik, kekuasaan dan lainnya. Untuk itu dibutuhkan pemahaman dan kedewasaan beragama pada masyarakat plural, masyarakat yang berbeda bisa memenuhi kebutuhannya secara aman dan nyaman, terangnya.
     Mantan Bupati Temanggung, Hasyim Afandi, menambahkan, Kabupaten Temanggung juga memiliki keragaman yang besar sebagaimana Indonesia secara umum. Potensi tersebut harus dikelola untuk menjadi potensi besar pembangunan daerah. Kita harus mampu menjaga keragaman tersebut pada kondisi dinamis, tambahnya.
     Wakil Bupati, Irawan Prasetyadi, menambahkan, dengan potensi-potensi tersebut, pihaknya berharap agar masyarakat dan organisasi kemasyarakatan turut mengambil bagian dalam menjaga kondisi toleransi antar umat beragama selain pemerintah. Selama ini sudah cukup bagus terbangun kondisi tersebut. (Hms14/des)

Berita Terkait