Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

ASAP YANG KELUAR DARI PUNCAK SINDORO HANYA FENOMENA ALAM BIASA

Selasa, 18 Maret 2014 Umum
TEMANGGUNG, Petugas Pos Pengamat Gunung Sindoro-Sumbing di Desa Genting, Bansari, Mulyono (14/03) menjelaskan,  asap yang keluar dari  puncak Gunung Sindoro itu hanya merupakan fenomena alam biasa. Hal itu dikatakan Mulyono saat dikonfirmasi soal keluarnya asap dari puncak Sindoro.
     Dijelaskan, asap itu biasa disebut dengan asap putih tipis dan mengepul setinggi 100 meter dari puncak Gunung Sindroro yang berketinggian 3150,7 meter. Ia mengatakan, asap putih tipis itu sebenarnya sudah muncul sekitar setengah tahun silam, tetapi tidak berlangsung terus menerus.
     Keluarnya asap itu biasanya terjadi setiap 2-3 hari dengan durasi sekitar 1 jam, kemudian asap itu menhilang atau berpindah seiring arah angin. Asap itu menurut dia tidak membahayakan dan merupakan fenomena alam saja.
     "Keluarnya asap itu wajar saja, apalagi dalam catatan seismograf tidak ada perubahan grafik yang mencolok, atau catatan seismograf berjalan stabil (normal). Warga juga diminta tenang, karena tidak terjadi apa-apa," jelasnya.
     Ia mengatakan, keluarnya asap putih tersebut tidak ada kaitannya dengan meletusnya Gunung Kelud (Kediri) maupun Gunung Slamet (Purwokerto). Dikatakan, aktivitas Gunung Sindoro saat ini normal-normal saja.
     Seperti diketahui, pada awal tahun 2012 lalu, puncak Gunung Sindoro wilayah Kabupaten Temanggung dan Sindoro sempat mengeluarkan asap sulfatara yang disertai dengan gempa, volkanik, tremoratkan menjadi waspada dan freatik hingga ratusan kali. "Asap putih tipis ini berbeda dengan kejadian tahun 2012 lalu, yang sempat ditingkatkan menjadi waspada," kata Mulyono, sambil menunjukkan kondisi asap putih tipis  sudah tak kelihatan lagi. (Hms14/Paul)

Berita Terkait