Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

MENPAREKRAF NAIK ANGKUDES

Kamis, 20 Maret 2014 Bencana
TEMANGGUNG, Tidak seperti biasanya, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kratif (Menperekraf) RI Mari Elka Pangestu menghadiri "The 1st International Conference on Village Revitalization" (konfrensi internasional revitalisasi pedesaan) di Desa Caruban Kecamatan Kandangan Kabupaten Temanggung, Rabu (19/3) naik angkutan pedesaan (Angkudes).
     Menteri juga mengunjungi frogstay, tempat menginap peserta yang jauh dari mewah namun memiliki kesan unik. Konferensi internasional revitalisasi pedesaan ini, selain diikuti oleh peserta dari Indonesia, juga diikuti peserta dari Jepang, Hongkong, Thailand, dan Singapura. Kegiatan itu berlangsung 16-21 Maret 2014.
     "Memang, kepariwisataan yang mengadopsi pedesaan dengan suasana alamnya memang perlu dikembangkan. Ini model wisata ekososio calture, yang menyatukan alam dengan sosial dan budaya kreatif setempat," jelas Menparekraf Mari Elka Pangestu menjawab pertanyaan wartawan menjelang membuka konferensi tersebut.
     Mari menyebutkan, seluruh Indonesia setidaknya terdaapat sekitar 81.253 desa/kelurahan, dan bila dari jumlah itu sebagian bisa direvitalisasi merupakan langkah yang amat strategis, karena bisa membuka lapangan kerja serta bisa memasarkan hasil kerajinan desa (daerah) setempat. Terkait revitalisasi itu, kementrian pariwisata dan ekonomi kreatif sebagai leader, koordinator, fasilitato, dan regulator akan sangat mendukung program pengembangan percepatan pembangunan pedesaan.
     Ia menjelaskan, pariwisata tersebut yang memadukan home stay (saung) dengan bahan-bahan yang terdapat di daerah setempat seperti bambu, rotan maupun kayu yang berada di hamparan sawah luas dan gemercik air sungai terkadang disenangi oleh wisatawan dari perkotaan, menyusul tumbuhnya para warga ekonomi menengah.
     "Biasanya mereka sudah jenuh dengan wisata model-model konvensional, dan ingin mencari model pariwisata yang unik. Pilihannya biasanya mencari desa wisata yang masih asli," katanya. Ia menambahkan, wisata model itu dapat dikembangkan di tempat lain seperti Bali, Kalimangan, Flores (NTT) dan banyak daerah lain yang memiliki alam yang indah. (Hms14/Paul)

Berita Terkait