Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Kabupaten Temanggung

PENAMBANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB

Kamis, 17 April 2014 Bencana
TEMANGGUNG, Korban banjir bandang di Dusun Kruisan Desa Kwadungan Gunung Kecamatan Kledung mendesak pemilik area galian c bertanggung jawab dengan jebolnya tanggul sungai Sebiting yang mengalir diatas pemukiman. “Bencana yang terjadi Sabtu lalu itu bukan hanya tanggung jawab pemerintah, namun juga pemilik galian C,” kata Budi Wiyanto (32) warga setempat Rabu (16/04).
     Menurutnya, pemilik lahan sebagai pelaku penambangan galian C sedangkan pemerintah kendati telah menutup area galian, namun seakan bermain mata dengan adanya aktivitas penambangan secara sembunyi-sembunyi.
     Penambangan merusak aliran sungai Sebiting sehingga saat ada banjir lantas jebol. Air kemudian masuk ke cekungan bekas galian C dan karena tanggulnya tidak kuat kemudian jebol dan merusak 2 rumah.
     Korban banjir, Tunggal (55) mengatakan rugi puluhan juta atas kerusakkan rumahnya. Untuk memperbaiki kerusakkan rumah tidak memungkinkan karena, kondisi ekonomi keluarga sedang lemah. "Warga berharap pemerintah membantu memperbaiki rumah korban bencana," katanya sembari mengemukakan kini mengungsi di rumah saudaranya.
     Terpisah, ketua GP Ansor Temanggung Yami Blumut menambahkan musibah sebenarnya sudah diprekdisikan akan terjadi. Bahkan bencana tidak hanya di lokasi dilokasi itu saja, namun didaerah sekitarnya.Dikatakan, musibah tersebut harus dijadikan peringatan terakhir, agar penutupan galian C illegal segera ditutup permanen agar tidak ada bencana serupa.
     Kasi Penanggulangan Bencana BPBD Kabupaten Temanggung Edi Murjanto mengatakan bupati telah memerintahkan dinas terkait lakukan kajian untuk penanganan bencana. "Penanganan awal adalah normalisasi sungai Sibiting, dan pembuatan tanggul di bekas galian C," katanya sembari menambahkan, Pemkab Temanggung juga akan mengajukan proposal bantuan pada Pemprov Jateng untuk turut membantu penanganan  bencana. (Hms14/Paul).

Berita Terkait